Berita

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri/Ist

Politik

Megawati jadi Ketum PDIP Lagi untuk Redam Faksi-faksi di Internal Banteng

MINGGU, 11 MEI 2025 | 13:15 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Megawati Soekarnoputri akan kembali dikukuhkan menjadi ketua umum PDIP dalam Kongres yang akan dilaksanakan pada tahun 2025 ini.

Analis politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga berpendapat, pengukuhan kembali Megawati sebagai ketua umum PDIP untuk meredam faksi-faksi di internal partai.

Menurutnya, faksi tersebut bisa jadi mendapat sokongan dari eksternal. Harapannya pihak eksternal bisa kembali masuk dalam struktur partai bila terjadi pergantian ketua umum PDIP.


"Jadi, bila Djarot Saiful Hidayat (Ketua DPP PDIP) mengatakan, kongres tinggal mengukuhkan Megawati sebagai ketum, bisa  diartikan sebagai upaya meredam faksi-faksi di internal partai," kata Jamiluddin kepada wartawan, Minggu 11 Mei 2025.

Menurut Jamiluddin, Djarot ingin mengatakan bahwa sudah tertutup bagi siapa pun untuk menjadi ketua umum PDIP selain Megawati.

Ia menambahkan, sinyalemen PDIP tidak baik-baik saja, sudah lama terjadi pasca Joko Widodo alias Jokowi memilih Prabowo Subianto ketimbang Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024 lalu.

Kemudian, Megawati pun mengakui partainya saat ini dalam keadaan goyang lantaran adanya gangguan dari pihak luar yang berusaha mengobrak-abrik internal PDIP.

"PDIP merasa ada potensi gangguan eksternal yang ingin masuk, khususnya pada Kongres yang hingga kini belum dipastikan tanggalnya," tutup Jamiluddin.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya