Berita

Polisi India sedang berjaga di wilayah Srinagar, Jammu dan Kashmir/AFP

Dunia

Kemlu Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban Konflik India-Pakistan

MINGGU, 11 MEI 2025 | 00:33 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam konflik bersenjata yang kembali memanas antara India dan Pakistan.

Melalui pernyataan resminya, Kemlu menyatakan telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar RI (KBRI) di Islamabad dan New Delhi untuk memantau kondisi WNI di kawasan terdampak konflik.

"Sejauh ini seluruh WNI masih merasa aman tinggal bersama keluarga masing-masing,"demikian bunyi pernyataan tertulis dari Kemlu pada Sabtu, 10 Mei 2025.


Berdasarkan data yang dihimpun, KBRI Islamabad mencatat terdapat 74 WNI yang berada di wilayah terdampak, sementara KBRI New Delhi mencatat 11 WNI berada di kawasan Kashmir, dua di antaranya masih anak-anak. Mayoritas WNI tersebut diketahui merupakan bagian dari keluarga campuran dengan warga setempat.

Meskipun belum ada laporan korban dari pihak Indonesia, Kemlu tetap mengimbau seluruh WNI di kawasan perbatasan untuk meningkatkan kewaspadaan, mengikuti perkembangan situasi dari sumber resmi, dan menghindari lokasi-lokasi yang rawan menjadi sasaran konflik.

Kemlu juga menyarankan agar masyarakat Indonesia yang berencana mengunjungi wilayah perbatasan India dan Pakistan untuk sementara waktu menunda perjalanan mereka.

"Untuk WNI yang berencana melakukan perjalanan ke wilayah perbatasan kedua negara diminta untuk sementara dapat menunda perjalanan," jelasnya.

Adapun kontak darurat disediakan bagi WNI yang membutuhkan bantuan: KBRI Islamabad dapat dihubungi di nomor +92 345 8571989, sementara KBRI New Delhi di +91 76696 00082.

Ketegangan antara dua negara bertetangga itu kembali meningkat sejak serangan di Kashmir pada 22 April lalu yang menewaskan 26 turis. India menuding Pakistan berada di balik serangan tersebut, tuduhan yang dibantah oleh Islamabad. Pakistan bahkan menyerukan penyelidikan terbuka atas insiden tersebut.

Sejak itu, kedua negara saling melakukan tembakan lintas batas, termasuk pengiriman drone dan rudal ke wilayah masing-masing. 

Eskalasi memuncak pada Jumat waktu setempat, dengan sejumlah baku tembak di wilayah Kashmir India dan negara bagian yang berbatasan langsung dengan Pakistan. India mengklaim telah menjatuhkan satu pesawat nirawak milik Pakistan.

Pada Sabtu, kedua pihak kembali meluncurkan operasi serangan lintas batas. Situasi ini mendorong India untuk menutup 32 bandara di wilayah utara dan barat hingga 15 Mei, termasuk di Punjab, Rajasthan, Himachal Pradesh, Haryana, Gujarat, dan Kashmir. Pakistan pun merespons dengan menutup ruang udaranya selama 24 jam.

Sedikitnya 48 korban jiwa dilaporkan sejak 7 Mei, meski angka tersebut belum dikonfirmasi secara independen.

Populer

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

ICMI Terima Wakaf 2 Ribu Mushaf Al-Qur'an

Minggu, 22 Februari 2026 | 00:10

Tantangan Direksi Baru BPJS Kesehatan Tak Ringan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:43

Polri di Bawah Presiden Sudah Paten dan Tidak Ada Perdebatan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:28

AKBP Catur cuma Sepekan Jabat Plh Kapolres Bima Kota

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:28

Palu Emas Paman

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:01

BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:56

BI-Kemenkeu Sepakati Pengalihan Utang Tahun Ini, Nilainya Rp173,4 Triliun

Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:40

Teror Ketua BEM UGM, Komisi III Dorong Laporan Resmi ke Aparat

Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:14

PB IKA PMII Pimpinan Fathan Subchi Pastikan Kepengurusan Sah Secara Hukum

Sabtu, 21 Februari 2026 | 21:37

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah

Sabtu, 21 Februari 2026 | 21:03

Selengkapnya