Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Bursa Asia Dibuka Bervariasi Jelang Akhir Pekan

JUMAT, 09 MEI 2025 | 09:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Asia bervariasi pada pembukaan perdagangan pagi ini, sementara pasar menunggu rilis data perdagangan China, di tengah kekhawatiran penurunan signifikan ekspor karena tarif AS. 

Dikutip dari CNBC, berikut pergerakan indeks saham Asia, Jumat pagi 9 Mei 2025. 

- Indeks ASX 200, Australia bergerak mendatar, lalu naik tipis 0,1 persen atau 8,4 poin) di level 8.200,1 
- Indeks Kospi, Korea Selatan naik 0,3 persen

- Indeks Kospi, Korea Selatan naik 0,3 persen
- Topix turun 0,59 persen
- Indeks Nikkei 225, Jepang dibuka melaju 1,17 persen

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan akan bergerak variatif berisko melemah menjelang libur panjang akhir Hari Raya Waisak pekan depan. 

IHSG anjlok 1,42 persen ke level 6.827 pada sesi perdagangan kemarin. 

Harga ETF saham Indonesia,  iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO , di New York Stocks Exchange anjlok 1,47 persen ke level 17,45 Dolar AS.

Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih berpeluang berbalik menguat, namun sikap berhati-hati investor menjelang libur panjang di tengah kembalinya aksi jual asing. 

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup menguat. Pasar menyambut kesepakatan dagang AS-Inggris serta prospek cerah pembicaraan dagang AS-China. Inggris sepakat menurunkan tarif impor dari 5,1 persen menjadi 1,8 persen. 

Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat. Indeks Dolar (DXY) naik 0,41 persen ke 100,31.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya