Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

AS-Inggris Capai Kesepakatan Dagang, Harga Emas Langsung Anjlok

JUMAT, 09 MEI 2025 | 09:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas merosot lebih dari 1 persen, sementara logam lainnya bergerak variatif setelah Presiden Amerika  Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kesepakatan perdagangan dengan Inggris. 

Kesepakatan ini merupakan terobosan dan menjadi yang pertama di antara negara-negara lain setelah Trump mengumumkan kebijakan tarif pada awal April lalu. 

Trump dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyepakati tarif 10 persen untuk barang yang diimpor dari Inggris tetap berlaku, dan Inggris akan menurunkan tarifnya menjadi 1,8 persen dari 5,1 persen. Inggris juga akan memberikan akses yang lebih besar ke barang-barang Amerika.


Besok, delegasi AS akan bertemu dengan delegasi China di Swiss untuk pembicaraan tarif. 

"Jika kita (juga) mencapai kesepakatan antara AS dan China, akan ada banyak resistance terhadap kenaikan dan emas akan diperdagangkan kembali turun, setidaknya ke 3.200 Dolar AS," kata Bob Haberkorn, analis RJO Futures, dikutip dari Reuters.

Berikut pergerakan harga emas dan logam lainnya pada penutupan perdagangan Kamis 8 Mei 2025 atau Jumat pagi WIB. 

- Emas di pasar spot anjlok 1,7 persen menjadi 3.307,84 Dolar AS per ons
- Emas berjangka Amerika Serikat (AS) ditutup merosot 2,5 persen menjadi 3.306 Dolar AS
- Perak spot turun menjadi 32,48 Dolar AS
- Platinum naik 0,8 persen menjadi 981,60 Dolar AS
- Paladium menguat 0,3 persen menjadi 974,81 Dolar AS

Emas batangan, yang secara luas dianggap sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian geopolitik, mencatat beberapa rekor tertinggi sejak Trump pertama kali mengumumkan tarifnya.

Sementara itu, bank sentral China menyetujui pembelian valuta asing oleh bank-bank komersial untuk membayar impor emas berdasarkan kuota yang baru-baru ini ditingkatkan, menurut narasumber.

"Secara teoritis, langkah ini akan mendongkrak harga emas karena peningkatan permintaan dari China menjadi faktor. Namun, dinamika pasar saat ini didominasi oleh perkembangan seputar tarif," kata Zain Vawda, analis MarketPulse by OANDA.

Cadangan emas di brankas London melonjak sepanjang April karena lebih banyak logam mulia yang kembali dari New York setelah dislokasi. 

Pelaku pasar meningkatkan pengiriman emas ke Amerika pada periode Desember-Maret untuk menutupi posisi COMEX mereka terhadap kemungkinan AS akan mengenakan tarif pada impor.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Malaysia Fair 2026 Jadi Ajang Perluasan Pasar Medical Tourism di Indonesia

Jumat, 05 Juni 2026 | 18:12

CFD Rasuna Said Kembali Digelar, Ini Lokasi Parkir dan Rute Transportasi Umumnya

Jumat, 05 Juni 2026 | 18:10

Begini Spek Bangunan SPPG di Daerah 3T yang Dibangun Kementerian PU

Jumat, 05 Juni 2026 | 17:47

Sambut Nanik Deyang, APJI Minta Juknis Dapur MBG Dibenahi

Jumat, 05 Juni 2026 | 17:01

Menteri PU Rampungkan 222 SPPG di Daerah 3T

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:48

KPK Panggil Motivator Ary Ginanjar Agustian di Kasus Gratifikasi IUP Kukar

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:45

Akulaku Finance Dukung Proses Hukum pada Tindakan Kecurangan

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:36

Mubes Kosgoro 1957: Berkas La Ode Beres, Sari Yuliati Belum Bayar Administrasi

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:18

Awas Kolesterol Naik! Ini 5 Tips Sehat Mengolah Daging Kurban ala Ahli Gizi UNS

Jumat, 05 Juni 2026 | 15:57

AS Buka Jalur untuk 36 Kapal Bantuan Kemanusiaan di Selat Hormuz

Jumat, 05 Juni 2026 | 15:33

Selengkapnya