Berita

Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka/Ist

Politik

Indonesia Bisa Bubar jika Dinasti Politik Jokowi Tak Dikendalikan

JUMAT, 09 MEI 2025 | 08:44 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Politik dinasti yang berkembang di era Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi, terutama dengan terpilihnya Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden 2024, berpotensi menjadi salah satu variabel yang mengancam keutuhan Indonesia pada 2030.

Pengamat politik dan militer, Selamat Ginting menyoroti bahwa Presiden Prabowo Subianto pernah menyampaikan kekhawatiran tentang potensi bubarnya Indonesia pada 2030 saat kampanye Pemilu 2019. Ia menilai kondisi saat ini justru memperkuat indikasi tersebut.

"Jika dianalisis secara strategis maka dinasti politik Jokowi berpotensi menjadi salah satu variabel Indonesia akan cepat bubar pada 2030, ini yang harus kita lawan," kata Ginting seperti dikutip redaksi lewat kanal YouTube Abraham Samad, Jumat Mei 2025.


Menurutnya, pengangkatan Gibran yang dinilai melalui proses konstitusional yang dipaksakan, menimbulkan perdebatan tajam mengenai moralitas kekuasaan dan penyalahgunaan institusi negara. 

Ginting juga menyebut bahwa hal ini menjadi ancaman serius terhadap masa depan demokrasi di Indonesia.

"Jika tidak dikendalikan apa yang diucapkan Prabowo bisa terjadi, karena itu kita harus berpikir bersama," kata Ginting.

Ia menambahkan, permintaan sejumlah purnawirawan agar ada pergantian wakil presiden justru mencerminkan sikap demokratis dan kepedulian terhadap masa depan bangsa, bukan pragmatisme politik.

"Justru yang demokratis itu para purnawirawan yang peduli, bukan yang pragmatis dan hanya bisa menuding-menuding kampungan," pungkas Ginting.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya