Berita

Sidang saksi Kusnadi dan Nurhasan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis, 8 Mei 2025/RMOL

Hukum

Febri Diansyah Kena Omel Hakim Sidang Hasto

KAMIS, 08 MEI 2025 | 21:27 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Tim Penasihat Hukum terdakwa Hasto Kristiyanto, Febri Diansyah kena omel Ketua Majelis Hakim, Rios Rahmanto dalam sidang perkara dugaan suap dan perintangan penyidikan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis, 8 Mei 2025.

Peristiwa tersebut terjadi saat Febri berusaha memotong pembicaraan Hakim Ketua dengan staf Hasto, Kusnadi saat dihadirkan sebagai saksi.

Awalnya, Hakim Ketua Rios mendalami saksi Kusnadi terkait percakapan WhatsApp (WA) dengan seseorang bernama Sri Rejeki Hastomo sebelum terjadinya pemeriksaan terhadap Hasto di KPK pada 10 Juni 2024 lalu.


Kusnadi menyebut, komunikasi itu dilakukan dengan Kepala Kesekretariatan DPP PDIP bernama Adi.

"Itu sebelum (pesan) 'HP ini saja' itu enggak ada telepon ya Pak saksi. Itu kan jam 10.30 sampai 10.48 itu tidak ada telepon, tidak ada contact?" tanya Hakim Ketua Rios.

"Seingat saya telepon Pak," jawab Kusnadi. 

"Lah kok di situ tidak tampak. Itu kan 10.30, kemudian 'hp ini saja' itu kan 10.30, kemudian 'ditenggelamkan saja' itu 10.48. Di antara (percakapan) ini enggak ada telepon ya, apa ada telepon?" lanjut Hakim Ketua Rios dan Kusnadi kembali menjawab bahwa telepon sudah terjadi sebelum chat tersebut.

Kusnadi lantas membantah perintah penenggelaman bukan ditujukan untuk HP miliknya, melainkan pakaian usai kegiatan larung.

Mendengar pernyataan tersebut, Hakim Rios mempertanyakan kapan komunikasi terkait ditenggelamkan pakaian yang dimaksud Kusnadi. Namun Kusnadi tetap bersikukuh komunikasi itu terjadi sebelum percakapan WA tersebut.

"Bukan dengan terdakwa?" tanya Hakim Ketua Rios terkait lawan percakapan Kusnadi. 

"Bukan Pak," jawab Kusnadi.

Awalnya, Kusnadi menyebut HP yang ia gunakan sama dengan yang digunakan untuk chat WA. Namun menurut Hakim, pengakuan tersebut bertentangan dengan tangkapan layar pesan WA yang dihadirkan sebagai bukti.

"Kalau benar yang dimaksud baju, kok tiba-tiba saudara merespons itu ditenggelamkan? Berarti kan ada informasi yang ada terlebih dahulu bahwa itu adalah baju yang ditenggelamkan. Memberitahunya kapan?" heran Hakim Ketua Rios.

"Kan (pengakuannya) enggak ada telepon. (kalau) Ada, kapan? Itu kan gak ada telepon sebelumnya," cecar Hakim.

Mendengar hal tersebut, Febri secara tiba-tiba memotong pertanyaan Hakim Ketua Rios kepada saksi. Peristiwa ini yang membuat Hakim sempat marah.

"Izin Yang Mulia, yang konteks Yang Mulia berbeda antara screen capture WA," timpal Febri.

"Tunggu-tunggu, beri saya kesempatan dulu, jangan dipotong. Masa hakim bicara, kami juga mau menggali, diajari lagi. Makanya saya tanya ke saksi loh," tegas Hakim Ketua Rios.

Belakangan, keterangan Kusnadi berubah dan mengaku lupa terkait penggunaan HP yang digunakan chat WA dengan telepon sebelumnya.

"Lupa Pak," jawab Kusnadi.

"Benar loh, saudara sudah sumpah juga, jadi ada ancamannya. Saya bukan mengancam, tapi memang ada ancaman pidana kalau terbukti di kemudian hari saudara berkata bohong," tutupnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya