Berita

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia/RMOL

Bisnis

Garuda Indonesia Rugi Rp1,25 Triliun di Kuartal I-2025

SELASA, 06 MEI 2025 | 20:43 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Maskapai pelat merah Garuda Indonesia (GIAA) mencatatkan kerugian 75,93 juta Dolar AS atau sekitar Rp1,25 triliun pada tiga bulan pertama tahun ini atau kuartal I 2025.

Nilai kerugian ini menyusut 12,5 persen, lebih kecil dari kerugian tahun lalu pada periode yang sama.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, kerugian ini sebagian besar disebabkan beban keuangan 124,57 juta Dolar AS dari restrukturisasi pembiayaan jangka panjang yang dilakukan sebagai strategi pemulihan bisnis (turnaround).


Meski merugi, Garuda Indonesia masih optimis bisa tumbuh signifikan pada segmen komersial. Ditambah, pendapatan operasional Garuda tercatat tumbuh tipis 1,63 persen YoY menjadi 723,56 juta Dolar AS (Rp11,9 triliun).

Ia merinci, pendapatan dari layanan tidak berjadwal (charter) juga tumbuh hingga 92,88 persen dibanding kuartal I-2024, terutama didorong oleh tingginya permintaan pada pasar umrah dan perjalanan kelompok.

“Kinerja charter yang melonjak menjadi katalis penting dalam memperkuat fondasi bisnis. Di saat yang sama, kami juga tengah mengakselerasi program optimalisasi kapasitas melalui penambahan armada, dengan target mencapai 100 pesawat hingga akhir 2025,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani, Selasa 6 Mei 2025.

Selama kuartal I-2025, trafik penumpang charter meningkat 104 persen dengan total 24.618 penumpang. Penerbangan umrah tercatat sebagai kontributor utama dari 69 penerbangan charter yang dioperasikan Garuda.

Selain segmen charter, peningkatan volume penumpang dan kargo turut menopang pendapatan perseroan. Garuda Indonesia mengangkut total 5,12 juta penumpang selama Januari hingga Maret 2025, terdiri dari 2,64 juta penumpang Garuda dan 2,48 juta dari Citilink.

Tingkat keterisian kursi atau seat load factor juga meningkat menjadi 78,8 persen, naik lima poin dibandingkan tahun lalu.

Pada sektor kargo, total angkutan barang mencapai 58.145 ton atau tumbuh lima persen dibandingkan kuartal I-2024. Dari jumlah tersebut, Garuda menyumbang 34.715 ton dan Citilink 23.430 ton.

Di tengah tekanan finansial, Garuda Indonesia juga mencatatkan arus kas operasi bersih sebesar 162,27 juta Dolar AS, naik 87,15 persen secara tahunan.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya