Berita

Forum Bahtsul Masail Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU DKI Jakarta di Kantor II PWNU DKI Jakarta, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu, 30 April 2025 lalu/Ist

Nusantara

Forum Bahtsul Masail NU Jakarta Buktikan Aqua Tidak Terafiliasi Israel

MINGGU, 04 MEI 2025 | 23:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Merek air minum dalam kemasan Aqua menyampaikan klarifikasi terkait aksi boikot yang menyasar produk tersebut dalam Forum Bahtsul Masail Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU DKI Jakarta di Kantor II PWNU DKI Jakarta, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu, 30 April 2025 lalu. 

Dalam forum bertema “Menyoal Aksi Boikot Produk-produk Diduga Terafiliasi Israel” itu, Aqua memaparkan fakta dan bukti-bukti bahwa produk dari Danone Indonesia tidak terafiliasi dengan Israel sebagaimana yang selama ini dituduhkan. 

Di hadapan forum yang dihadiri para kiai pakar bahtsul masail se-Jabodetabek, perwakilan Danone Indonesia memaparkan data dan fakta yang menegaskan bahwa Aqua tidak terafiliasi dengan negara Zionis Israel.  


Sekretaris LBM PWNU DKI Jakarta KH. Ahmad Fuad mengungkapkan, pemaparan Aqua itu kemudian dibahas dan diuji dalam forum ilmiah yang mengkaji bukti-bukti yang disampaikan disertai kajian berdasarkan literatur-literatur Islam klasik dan kontemporer. 

Hasilnya, forum menyatakan Aqua adalah salah satu produk yang tidak terbukti terafiliasi dengan Israel. 

“Salah satu pertanyaan yang dibahas dalam Forum Bahtsul Masail itu adalah: apakah ada di antara daftar produk yang selama ini menjadi sasaran boikot dan beredar di masyarakat tidak terbukti terafiliasi dengan Israel? Setelah kami kaji berdasarkan hasil dengar pendapat dengan perwakilan Danone Indonesia yang menyampaikan verifikasi dengan membawa bukti-bukti nyata kepada Forum Bahtsul Masail PWNU Jakarta dan berdasarkan kitab-kitab klasik dan kontemporer, jawabannya ada di antara produk-produk yang diboikot itu tidak terbukti terafiliasi dengan Israel, yaitu Aqua,” ungkap Kiai Fuad dalam keterangannya yang diterima redaksi, Minggu malam, 4 Mei 2025.   

Salah satu bukti yang disampaikan Aqua dalam forum itu adalah Surat Pernyataan Grup Danone Indonesia. Danone Indonesia menegaskan bahwa, pertama ,Grup Danone Indonesia sejak awal menyatakan dengan jelas dan lugas keprihatinan atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza dan mendukung sepenuhnya kebijakan Pemerintah Indonesia yang menentang agresi Israel. 

Kedua, Grup Danone Indonesia tidak memiliki bisnis ekspor atau impor baik langsung maupun tidak langsung dengan Israel, serta tidak termasuk dalam daftar perusahaan yang dianggap mendukung pendudukan Israel sesuai data yang dirilis oleh Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (HAM) atau OHCHR. 

Ketiga, Aqua lahir dan besar di Indonesia, didirikan oleh Tirto Utomo, dan telah menjadi bagian dari bangsa ini selama lebih dari 50 tahun. Aqua diproduksi di 20 pabrik yang tersebar di seluruh Indonesia dan didukung oleh kurang lebih 11.000 anak bangsa yang bekerja untuk perusahaan. 

Keempat, pernyataan Serikat Pekerja Aqua yang berharap pihak berwenang untuk memberikan klarifikasi bahwa tidak ada kaitannya antara Danone Indonesia dengan Zionis Israel. 

Dan, kelima, Aqua secara aktif telah mengirimkan bantuan kemanusiaan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, dalam rangka turut meringankan penderitaan rakyat Palestina.

Kiai Fuad menambahkan, adapun kajian berdasarkan literatur kitab, forum mengambil rujukan dari beberapa kitab, di antarnya: kitab Syarh Al-Arba'in An-Nawawiyyah karya Ibnu Daqiq Al-'Id, Tafsir Ibnu Katsir, Al-Jami' li Ahkami Al-Qur`an karya Al-Qurthubi, Bughyatul Mustarsyidin karya Abdurrahman bin Muhammad bin Husain, dan lain-lain. 

“Kami ingin melestarikan tradisi ilmiah dalam memutuskan sesuatu, sehingga tidak hanya dari katanya, katanya,” jelas dia. 

Menurut Kiai Fuad, ulama atau tokoh agama seharusnya mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima informasi yang beredar. 

“Dan ketika mengeluarkan pernyataan, tugas ulama harus penuh dengan rahmat menghindari pernyataan yang membingungkan umat,” tegasnya. 

Dalam forum tersebut juga dibahas, apakah aksi pemboikotan produk dapat dibenarkan dalam Islam? Berdasarkan dokumen Rumusan Hasil Bahtsul Masail PWNU DKI Jakarta, LBM PWNU menyatakan pada dasarnya, boikot dibenarkan dalam Islam apabila dilakukan kepada perusahaan yang terbukti secara de facto (faktual dan nyata) mendukung serta mendanai agresi dan genosida Israel terhadap Palestina. 

“Haram hukumnya mengeluarkan isu bahwa perusahaan tertentu terafiliasi kepada Israel jika tidak disertai bukti-bukti konkret,” tegas pernyataan dalam dokumen tersebut. 

Selain itu, dibahas pula batasan suatu produk layak untuk diboikot menurut kacamata fikih. 

Forum menyatakan, dalam perspektif fikih, batasan produk yang layak untuk diboikot dapat dikategorikan ke dalam dua indikator, yaitu pertama, produk-produk yang berpotensi merusak kesehatan lahir dan batin manusia. Kedua, produk-produk yang hasil penjualannya digunakan untuk mendukung agresi dan tindakan genosida di wilayah tertentu, terutama di Palestina. 

Direktur Public Affairs dan Sustainability selaku Perwakilan Danone Indonesia, Karyanto Wibowo mengungkapkan, klarifikasi yang dilakukan pihaknya merupakan bentuk tabayyun terhadap isu yang dituduhkan kepada Aqua. Hal itu supaya masyarakat tidak memperoleh informasi yang salah. 

“Salah dalam mengambil tindakan boikot apalagi disertai ajakan boikot dan tidak terbukti, berpotensi penyalahgunaan aksi untuk kepentingan yang tidak sesuai dengan tujuan seruan boikot,” ujar Karyanto.

Pihaknya, mengapresiasi LBM PWNU DKI Jakarta yang telah melakukan kajian dan verifikasi terhadap pihaknya dengan kritis. 

“Kami berterima kasih kepada para kiai dalam forum ini, yang menggali dan menguji data dan fakta kami dengan sangat kritis, sehingga semua fakta menjadi jelas dan gamblang,” tutupnya.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Digiring ke Bareskrim, 10 Tersangka Sabu Blue Ice 1,2 Ton Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

KPK Bongkar Kejanggalan Status Bima-Richard dan Proyek Pengadaan BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

Menlu RI dan Singapura Bertemu, Bahas Penindakan Korporasi Pelaku Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:47

Lula dan Prabowo dalam Angka juga Cerita

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:30

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Tonggak Persatuan Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:22

Dari Vietnam, Gus Lilur Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:21

BRIN Percepat Uji Klinis 19 Kandidat Obat Herbal Menuju Fitofarmaka

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:16

Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa di Era Prabowo-Gibran

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:12

BCA Catat Laba Bersih Rp45,2 Triliun, Naik 4,2 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05

Daftar Peringkat Ballon d'Or 2026: Harry Kane Juara, Messi Posisi Kelima

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya