Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Stabilkan Mata Uang, Otoritas Hongkong Borong Dolar Rp98 Triliun

SABTU, 03 MEI 2025 | 21:14 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA) melakukan intervensi pasar dengan membeli Dolar Amerika Serikat (AS) untuk menjaga stabilitas sistem patokan mata uangnya. 

Seperti dikutip dari Business Times, Sabtu 3 Mei 2025, langkah ini menjadi intervensi pertama sejak 2020, seiring melemahnya mata uang AS yang mendorong dolar Hong Kong mendekati batas atas kisaran perdagangan yaitu 7,75–7,85 per Dolar AS. 

Seorang pejabat HKMA yang berbasis di New York mengonfirmasi bahwa otoritas telah membeli sekitar 6 miliar Dolar AS (Rp98 triliun) dalam operasi pasar terbaru ini.


Sebaliknya, pada 2022 dan 2023 lalu, HKMA justru lebih sering melakukan penjualan Dolar AS guna menjaga nilai tukar agar tidak melewati batas bawah kisaran perdagangan.

Intervensi terbaru ini menandai peningkatan kewaspadaan di tengah tekanan pasar global yang meningkat. Otoritas moneter lain di kawasan juga menghadapi gejolak serupa. 

Pada Jumat, bank sentral Taiwan melakukan intervensi besar-besaran setelah dolar Taiwan melonjak 3 persen terhadap Dolar AS, mencetak rekor kenaikan harian terbesar sejak 1988.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya