Berita

Dok Foto/Ist

Nusantara

Siswi SMK dan Turis Asing Kepincut Belajar Seni Ukir Jepara

SABTU, 03 MEI 2025 | 04:11 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Seni ukir Jepara telah lama dikenal sebagai salah satu warisan budaya yang kaya dan bernilai tinggi di Indonesia.

Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, usaha untuk melestarikan seni ini menjadi sangat penting, tidak hanya untuk generasi mendatang tetapi juga untuk menarik perhatian dunia luar.

Kegiatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diprakarsai oleh Rumini itu berhasil menarik perhatian pelajar perempuan dan wisatawan asing. Seni ini mampu menunjukkan relevansi dan keindahan di zaman modern.


“Kita dapat melihat betapa banyak pelajar perempuan yang tertarik untuk belajar seni ukir, sebuah bidang yang selama ini mungkin tidak mendapat perhatian yang cukup di kurikulum pendidikan formal. Selama masa sekolah dasar dan menengahnya, tidak ada pelajaran khusus mengenai seni ukir," kata siswi dari SMKN 1 Jepara, Divara, dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Sabtu, 3 Mei 2025.

Hal tersebut menunjukkan adanya celah dalam pendidikan seni yang seharusnya mampu membekali generasi muda dengan keterampilan yang terkait dengan warisan budaya lokal mereka.

Dengan semakin meningkatnya minat siswa, program-program yang mengajarkan seni ukir perlu dirancang dan diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah.

Hal ini tidak hanya akan meningkatkan pengetahuan tentang seni lokal tetapi juga memberikan peluang bagi perempuan untuk berkontribusi dalam bidang ini, yang selama ini didominasi oleh laki-laki.

Kegiatan yang diadakan di Hardiknas menunjukkan bahwa dua sisi, yaitu pelestarian budaya dan pemberdayaan perempuan, dapat berjalan beriringan.

Dalam event tersebut, para pelajar perempuan, termasuk Divara, terlibat aktif dalam proses pengukiran.

Dengan keahlian yang diperoleh dari bimbingan para seniman berpengalaman, mereka tidak hanya diajarkan teknik pengukiran tetapi juga memahami pentingnya menjaga tradisi lokal.

Ini merupakan langkah penting untuk menggugah generasi muda agar mengenal, menghargai, dan melestarikan warisan budaya lokal.

Pujian dari wisatawan seperti Jhon yang hadir langsung di acara Hardiknas menggambarkan betapa luar biasanya daya tarik seni ukir Jepara ketika dipamerkan dengan baik.

John menyaksikan demo ukir yang diperagakan oleh Rumini dan dua rekannya, Sri Maryati dan Siti Zulfah, yang merupakan juara lomba ukir tahun 2024.

"Ini sangat bagus hasil karyanya," ucap Jhon wisatawan asal Belanda.

Pujian tersebut bukan hanya menunjukkan kualitas pekerjaan ukir, tetapi juga membuktikan potensi Jepara sebagai destinasi wisata budaya lokal yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Keterlibatan wisatawan dalam kegiatan ini juga memberikan dampak positif, yaitu meningkatkan minat dan pengakuan terhadap seni ukir Jepara di luar negeri.

Dengan meningkatkan pelatihan dan kesempatan bagi pelajar perempuan untuk mengasah keterampilan mereka di bidang seni ukir, Jepara dapat menjadi pusat pengembangan seni ukir yang tidak hanya menarik wisatawan.

Hal ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia untuk mendorong pelestarian budaya lokal dan memberdayakan perempuan dalam kerajinan tangan dan seni.

Melalui kegiatan seperti yang diadakan pada perayaan Hardiknas, diharapkan bahwa keberlanjutan seni ukir dapat terjaga dan semakin berkembang.

Dukungan dari semua pihak, mulai dari pemerintah, institusi pendidikan, hingga komunitas, sangat diperlukan untuk memastikan warisan budaya ini tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang di era modern.

Dengan demikian, seni ukir Jepara akan terus memikat hati generasi muda dan wisatawan, selaras dengan semangat pelestarian.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya