Berita

Presiden Prabowo Subianto/Repro

Politik

Prabowo: Dibandingkan Eropa dan Timur Tengah, Indonesia Relatif Damai

JUMAT, 02 MEI 2025 | 16:24 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya mengenai kondisi keamanan Indonesia yang dinilai relatif damai dibandingkan dengan negara-negara lain, khususnya di Eropa dan Timur Tengah.

Dalam pernyataannya, Prabowo menekankan bahwa keberhasilan menjaga perdamaian nasional bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan. 

“Masa damai bukan buah yang jatuh dari pohon, masa damai bukan sesuatu yang jatuh dari langit. Ini adalah upaya pemimpin, upaya pemerintah untuk menjaga keselamatan rakyatnya," ujar Prabowo di peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2025 yang digelar di SDN Cimahpar 5, Kota Bogor pada Jumat, 2 Mei 2025.


Prabowo menilai kondisi Indonesia saat ini relatif damai, jika dibandingkan dengan negara di Eropa di mana perang Rusia dan Ukraina tidak kunjung reda. Apalagi negara-negara di Timur Tengah yang memiliki konflik militer lebih panjang di banding benua lainnya.

"Kita bandingkan dengan negara Eropa, tempat lahirnya demokrasi. Sekarang perang besar terjadi di Timur Tengah. Hampir tidak pernah berhenti perang di Yaman, Lebanon, Libya, Sudan. Sebut saja juga Eritrea, Somalia, Mali, perang," kata dia.

Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk memanfaatkan situasi damai ini untuk membangun masa depan. 

“Marilah kita semua unsur bangsa, marilah kita gunakan kesempatan ini untuk membangun negeri dengan kearifan, dengan hati yang bersih, dengan kejujuran, sehingga kita bisa membangun masa depan anak-anak dan cucu kita,” ujarnya.

Prabowo juga menyoroti pentingnya pendidikan sebagai pilar utama pembangunan bangsa. Ia menyebut bahwa sejak lama para pemimpin Indonesia menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas. 

“Pemerintah RI secara beruntun dari masa ke masa selalu menempatkan pendidikan hal utama. Seluruh elit bangsa menyadari hal ini dan menggariskan strategi pembangunan bangsa yang sudah baik dan sudah benar,” kata Prabowo.

Menurutnya, alokasi anggaran untuk pendidikan di Indonesia termasuk yang terbesar. 

“Dibanding negara lain, negara kita menempatkan pendidikan teratas dalam APBN. Pendidikan yang paling utama, kalau tidak salah APBN sekarang tertinggi di atas 22 persen,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya kesadaran bahwa tanpa pendidikan, masa depan bangsa bisa terancam. 

“Apa negara ini mau jadi negara miskin? Pendidikan yang menentukan. Pendidikan sudah mendapatkan alokasi yang besar,” tegas Prabowo.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Malaysia Fair 2026 Jadi Ajang Perluasan Pasar Medical Tourism di Indonesia

Jumat, 05 Juni 2026 | 18:12

CFD Rasuna Said Kembali Digelar, Ini Lokasi Parkir dan Rute Transportasi Umumnya

Jumat, 05 Juni 2026 | 18:10

Begini Spek Bangunan SPPG di Daerah 3T yang Dibangun Kementerian PU

Jumat, 05 Juni 2026 | 17:47

Sambut Nanik Deyang, APJI Minta Juknis Dapur MBG Dibenahi

Jumat, 05 Juni 2026 | 17:01

Menteri PU Rampungkan 222 SPPG di Daerah 3T

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:48

KPK Panggil Motivator Ary Ginanjar Agustian di Kasus Gratifikasi IUP Kukar

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:45

Akulaku Finance Dukung Proses Hukum pada Tindakan Kecurangan

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:36

Mubes Kosgoro 1957: Berkas La Ode Beres, Sari Yuliati Belum Bayar Administrasi

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:18

Awas Kolesterol Naik! Ini 5 Tips Sehat Mengolah Daging Kurban ala Ahli Gizi UNS

Jumat, 05 Juni 2026 | 15:57

AS Buka Jalur untuk 36 Kapal Bantuan Kemanusiaan di Selat Hormuz

Jumat, 05 Juni 2026 | 15:33

Selengkapnya