Berita

Dok Foto/Kemenkes

Publika

Bank Digital dan Telemedicine: Masa Depan Layanan Kesehatan?

Oleh: Dr Widodo Judarwanto*
KAMIS, 01 MEI 2025 | 18:58 WIB

PERKEMBANGAN teknologi digital telah menghadirkan perubahan besar dalam dunia pelayanan kesehatan. Kolaborasi antara bank digital dan telemedicine atau layanan konsultasi kesehatan jarak jauh semakin mempercepat akses layanan medis yang efisien dan terjangkau. Telemedicine memungkinkan pasien berkonsultasi dengan dokter tanpa harus datang ke rumah sakit, sementara bank digital mempermudah pembayaran layanan medis secara aman dan cepat. Kolaborasi ini mengubah cara kita berobat, memberikan kenyamanan bagi pasien, dan meningkatkan efisiensi sistem layanan kesehatan secara keseluruhan.

Kini, berkonsultasi dengan dokter tidak lagi harus dilakukan melalui kunjungan fisik. Telemedicine memberikan solusi efektif bagi pasien di daerah terpencil, lanjut usia, atau yang memiliki keterbatasan mobilitas. Bank digital turut mendukung transformasi ini dengan menyediakan platform pembayaran yang efisien, mengurangi antrean dan mempercepat proses administrasi rumah sakit. Transaksi seperti pembelian obat atau pembayaran tagihan medis kini dapat dilakukan secara daring melalui aplikasi, mempercepat layanan sekaligus meningkatkan kenyamanan.

Masifnya Bank Digital di Dunia Kesehatan


Bank digital tidak hanya merevolusi sistem keuangan, tetapi juga merambah sektor vital seperti kesehatan. Laporan e-Conomy SEA 2023 mencatat Indonesia sebagai pasar digital terbesar di Asia Tenggara, dengan adopsi layanan keuangan digital yang meningkat pesat. Saat pandemi Covid-19, 72 persen fasilitas kesehatan di Indonesia mulai menggunakan sistem pembayaran non-tunai. Survei Jakpat (2022) menunjukkan 63 persen pengguna layanan kesehatan digital lebih memilih dompet digital atau mobile banking dibandingkan tunai, mencerminkan perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan yang lebih efisien.

Contoh global datang dari Inggris, di mana NHS telah mengembangkan aplikasi digital yang memungkinkan pasien membayar biaya medis dan memesan obat secara online. Di Indonesia, rumah sakit besar seperti Siloam dan Mayapada telah menggandeng platform digital untuk mengintegrasikan sistem pembayaran. Digitalisasi ini mengurangi kesalahan administrasi, mempercepat layanan, dan meningkatkan transparansi dalam pengelolaan keuangan rumah sakit.

Menurut buku Digital Health oleh Rivas dan Wac, digitalisasi sistem keuangan kesehatan dapat menghemat hingga 30% biaya operasional. Hal ini menunjukkan pentingnya sinergi antara bank digital dan sistem layanan kesehatan dalam membangun ekosistem yang lebih efisien dan terintegrasi.
Telemedicine Mengubah Akses Layanan Kesehatan

Laporan WHO menunjukkan lonjakan penggunaan telemedicine hingga 80 persen di beberapa negara sejak pandemi. Teknologi ini memberikan kemudahan konsultasi medis jarak jauh, terutama bagi masyarakat yang sulit mengakses fasilitas kesehatan. Survei Deloitte 2024 menyebutkan 64 persen pasien lebih memilih layanan jarak jauh dibanding kunjungan langsung ke rumah sakit, khususnya untuk kasus ringan atau lanjutan.

Jurnal JAMA mencatat bahwa hasil konsultasi telemedicine dalam banyak kasus setara dengan konsultasi tatap muka, terutama dalam penanganan penyakit kronis dan layanan psikologis. Hal ini memperkuat posisi telemedicine sebagai bagian penting dalam sistem layanan kesehatan modern.

Namun, manfaat ini tetap harus diimbangi dengan keamanan. Studi dari McKinsey menunjukkan lebih dari 50 persen rumah sakit di negara maju telah mengadopsi pembayaran digital. Akan tetapi, National Institute of Standards and Technology (NIST) mengingatkan bahwa data medis adalah informasi sensitif. Maka, perlindungan data dan privasi menjadi tantangan utama dalam penerapan sistem digital dalam layanan kesehatan.

Tantangan dan Sikap yang Dibutuhkan

Transformasi digital tidak lepas dari tantangan, terutama terkait keamanan data pasien dan literasi digital masyarakat. Diperlukan edukasi untuk memastikan masyarakat memahami cara menggunakan teknologi dengan aman dan bijak. Kepercayaan terhadap layanan digital hanya akan tumbuh bila pengguna merasa terlindungi dari risiko penyalahgunaan data.

Para tenaga kesehatan juga harus mengikuti perkembangan ini. Kemampuan menggunakan teknologi dalam praktik klinis akan menjadi keterampilan penting di masa depan. Selain itu, peran pemerintah dalam membangun infrastruktur digital yang aman, inklusif, dan terintegrasi sangat krusial.

Teknologi harus digunakan secara bertanggung jawab dan tidak menggantikan sepenuhnya peran manusia dalam pelayanan kesehatan. Kolaborasi antara manusia dan mesin antara dokter dan sistem digital harus didasarkan pada etika, keamanan, dan kenyamanan pasien.

Menyongsong Masa Depan Kesehatan Digital

Bank digital dan telemedicine telah membuka era baru dalam sistem kesehatan modern. Inovasi ini tidak hanya menjawab kebutuhan efisiensi, tetapi juga mendekatkan akses layanan kesehatan ke seluruh lapisan masyarakat. Dengan pendekatan yang bijak, hati-hati, dan penuh tanggung jawab, kita dapat memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan kualitas hidup, mempercepat pemulihan, dan membangun masa depan pelayanan kesehatan yang lebih inklusif dan berkeadilan.


*Penulis adalah pediatrician

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya