Berita

Pengamat Politik Citra Institute, Efriza/Net

Politik

Forum Purnawirawan TNI Terbawa Diskusi Recehan

KAMIS, 01 MEI 2025 | 10:21 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sikap Forum Purnawirawan TNI yang ingin Gibran Rakabuming Raka dicopot dari posisi Wakil Presiden, dianggap hanya teriakan arus informasi yang tidak jelas.

Pengamat Politik Citra Institute, Efriza memandang, seharusnya sekelas purnawirawan tidak mengikuti isu yang terkesan negatif pada pemerintahan sekarang ini.

"Purnawirawan TNI ini terbawa diskusi 'recehan' saat Pilpres ,yang semestinya bukan kelasnya para Purnawirawan TNI," ujar Efriza kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, pada Kamis, 1 Mei 2025.


Dia menjelaskan, isu soal Gibran tidak layak menjadi wakil presiden dimainkan pihak-pihak yang berseberangan secara politik di Pilpres 2024.

Namun, ditegaskan Efriza, saat ini pemerintahan baru telah terbentuk setelah Pilpres 2024 dinyatakan sah pemenangnya oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dimana, Prabowo Subianto yang berdampingan dengan Gibran meraih suara terbanyak.

"Sebenarnya urusan Gibran adalah ia tetap wakil presiden, yang lebih berperan dan bekerja tentu saja Prabowo sebagai Presiden," sambungnya.

Oleh karena itu, magister ilmu politik Universitas Nasional (UNAS) itu memandang, Forum Purnawirawan TNI malah menimbulkan kesan tidak percaya pada Presiden Prabowo, apabila mengemukakan tuntutan pemakzulan Gibran.

"Karena misalnya ada isu Prabowo akan diganti oleh Gibran karena kesehatan Presiden dapat menurun, periode Prabowo memimpin hanya dua tahun saja. Nah, ini narasi-narasi yang memantul dalam usulan tentang mengganti Gibran," tuturnya.

"Jadi seolah-olah Forum Purnawirawan TNI ingin menyelamatkan negeri ini tetapi di sisi yang lain juga sekaligus meremehkan kesehatan Prabowo," demikian Efriza menambahkan.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya