Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Produksi Manufaktur Jepang Anjlok Lebih Dari Perkiraan

KAMIS, 01 MEI 2025 | 10:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Produksi pabrik Jepang menurun tajam pada Maret 2025, lebih dari perkiraan. Industri kendaraan bermotor yang menjadi salah satu sektor utama, terguncang. 

Kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengguncang produsen dan sejumlah besar industri secara global. 

Produksi industri turun 1,1 persen pada Maret, dibandingkan bulan sebelumnya, menurut data Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI).


Sementara, produksi kendaraan bermotor turun 5,9 persen pada bulan Maret dari bulan sebelumnya. 

Secara khusus, produksi mobil penumpang reguler turun 4,1 persen pada Maret karena ekspor yang lebih rendah, sementara produksi kendaraan kecil merosot 23,2 persen karena gangguan pasokan suku cadang mobil.

Trump memberlakukan tarif 25 persen untuk impor mobil dan truk dan mengumumkan tarif 24 persen untuk semua barang Jepang, meskipun yang terakhir kemudian dipotong menjadi 10 persen selama 90 hari. 

Tarif AS yang luas mengguncang rantai pasokan industri Jepang, terutama untuk mobil, barang ekspor terbesar negara itu.
Jepang mengekspor barang senilai 21 triliun Yen - sekitar 147,45 miliar -  ke Amerika Serikat tahun lalu, dengan mobil mewakili sekitar 28% dari total.

Pejabat METI mengatakan produsen menyatakan kekhawatiran mereka tentang tarif AS meskipun pemerintah tidak mengetahui adanya perubahan dalam rencana produksi mereka.

Namun, perusahaan-perusahaan Jepang khawatir kebijakan proteksionis Trump akan memicu perlambatan global yang lebih luas.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Koperasi Berbasis Masjid Diharap Bangkitkan Ekonomi Lokal

Sabtu, 14 Maret 2026 | 18:02

Ramadan Momentum Menguatkan Solidaritas Sosial

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:44

Gerebek Rokok Ilegal Tanpa Tersangka, PB HMI Minta Dirjen Bea Cukai Dievaluasi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:21

Mudik Arah Timur, Wakapolri: Ada Peningkatan Volume Kendaraan Tapi Lancar

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:08

Rencana Libatkan TNI Berantas Terorisme Kaburkan Fungsi Keamanan dan Pertahanan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:46

Purbaya: Ramalan Ekonomi RI Hancur di TikTok dan YouTube Tak Lihat Data

Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:21

KPK Tetapkan 2 Tersangka OTT di Cilacap

Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:58

Komisi III DPR Minta Negara Tanggung Penuh Biaya Pengobatan Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38

AS Pastikan Harga Minyak Dunia Tak akan Tembus 200 Dolar per Barel

Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:55

Amerika Salah Perhitungan dalam Perang Melawan Iran

Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:43

Selengkapnya