Berita

Anggota Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat (Baleg DPR), Edison Sitorus/Ist

Politik

Ini Catatan Kritis Edison Sitorus soal RUU Statistik

KAMIS, 01 MEI 2025 | 00:23 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Anggota Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat (Baleg DPR), Edison Sitorus memberikan catatan kritis terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan atas UU 16/1997 tentang Statistik.

Hal itu disampaikan Edison dalam Rapat Pleno Pengambilan Keputusan Hasil Penyusunan RUU Statistik, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu 30 April 2025.

Anggota Baleg dari Fraksi PAN itu menyatakan, pihaknya menilai revisi UU Statistik menjadi hal yang sangat mendesak, terutama karena disebabkan perubahan paradigma pembangunan yang menuntut adanya data yang bersifat real time, terstandar, dan dapat diverifikasi.


Namun tuntutan itu, menurut Edison, tidak selaras dengan peraturan yang berlaku saat ini.Karena dia menilai belum mampu mengakomodasi kebutuhan tersebut secara optimal. 

"Terutama dalam hal penguatan koordinasi statistik sektoral, pemanfaatan data administrasi sebagai sumber statistik, dan pemutakhiran teknologi statistik," ujar Edison.

Edison menjelaskan, setelah mengikuti dan mencermati dinamika terkait penyusunan RUU Statistik, Fraksi PAN memberikan sejumlah catatan yang perlu diperhatikan.

Pertama, disebutkan Edison, Fraksi PAN berpendapat bahwa ketentuan pada Pasal 15 dan Pasal 27 RUU Statistik yang memberikan hak BPS mengakses sumber data, mengompilasi, dan mengakuisisi data dan data statistik dari lembaga lain dan melakukan akuisisi data, termasuk data individu, perlu diselaraskan secara ketat.

"(Yakni) dengan UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP)," kata Edison.

Purnawirawan Polri itu meyakini, aspek perlindungan data pribadi dalam kegiatan statistik harus dirancang secara seksama, agar tidak berbenturan dengan prinsip kerahasiaan statistik.

"Dan tetap memberikan jaminan hak privasi warga negara," kata Edison.

Sementara aspek kedua yang juga perlu diperhatikan, kata Edison, adalah terkait mekanisme pengawasan terhadap penyelenggara statistik khusus. 

"Fraksi PAN berpendapat dalam kerangka sistem statistik nasional yang terintegrasi, penyelenggara statistik khusus harus tunduk pada prinsip koordinasi, standardisasi, dan interoperabilitas data," tuturnya.

Oleh karena itu, Edison memandang perlu adanya Dewan Statistik Nasional (DSN), sebagai lembaga yang strategis untuk memastikan statistik khusus yang dihasilkan oleh kementerian/lembaga atau entitas lainnya. 

"Dimana harus tetap memenuhi standar metodologi, akurasi, dan keterbukaan sebagaimana diatur dalam regulasi," katanya.

Sementara aspek ketiga, Edison menyatakan, Fraksi PAN merasa perlu membuka ruang yang lebih progresif bagi pemanfaatan teknologi baru, seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan big data analytics, dalam penyelenggaraan statistik nasional. 

"Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, kecepatan, dan akurasi dalam proses pengumpulan, pengolahan, serta analisis data. Namun demikian, pemanfaatan teknologi canggih tersebut harus diiringi dengan pengaturan yang jelas dan tegas mengenai mekanisme pemanfaatan sumber data alternatif," ucapnya.

"Termasuk data non tradisional, agar tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, verifikasi ilmiah, dan perlindungan terhadap hak-hak individu," demikian Edison.



Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya