Berita

Ribuan warga menyaksikan parade militer di Ho Chi Minh pada Rabu, 30 April 2025/Net

Dunia

Ribuan Warga Padati Ho Chi Minh, Rayakan 50 Tahun Berakhirnya Perang Vietnam

RABU, 30 APRIL 2025 | 11:43 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sebuah perayaan yang megah dan penuh makna digelar di Kota Ho Chi Min (dahulu dikenal sebagai Saigon) pada Rabu, 30 April 2025 untuk memperingati 50 tahun berakhirnya Perang Vietnam.

Ribuan warga menyaksikan parade militer besar-besaran dan pertunjukan udara yang ditampilkan, mewarnai momentum bersejarah yang dirayakan sebagai simbol penyatuan dan kemenangan atas kekuatan asing.

Perayaan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam, To Lam, yang menyebut momen bersejarah tersebut sebagai kemenangan keadilan atas tirani.


“Vietnam adalah satu, rakyat Vietnam adalah satu. Sungai mungkin mengering, gunung mungkin terkikis, tetapi kebenaran itu tidak akan pernah berubah,” ucap To Lam, mengutip kata-kata pemimpin revolusioner Ho Chi Minh, seperti dimuat Reuters.

Acara puncak diwarnai parade militer di pusat kota yang menyuguhkan barisan 13.000 tentara Vietnam dan pasukan keamanan lainnya, diiringi kendaraan militer, jet tempur, serta helikopter buatan Rusia yang melintas di langit Kota Ho Chi Minh.

Kendaraan hias yang memuat potret Ho Chi Minh memimpin rombongan parade sebagai simbol kepemimpinan revolusioner.

Momen ini juga menjadi kilas balik atas jatuhnya Saigon pada 30 April 1975, ketika pasukan Vietnam Utara memasuki ibu kota Vietnam Selatan dan mengakhiri perang yang berlangsung selama dua dekade. Peristiwa tersebut menyusul dua tahun setelah penarikan pasukan Amerika Serikat dari wilayah tersebut.

Perang yang memakan korban lebih dari tiga juta warga Vietnam dan hampir 60.000 tentara Amerika itu menjadi titik balik sejarah negara.

Pada tahun 1976, setahun setelah kemenangan militer, Vietnam secara resmi bersatu di bawah pemerintahan komunis, dan Saigon diganti namanya menjadi Kota Ho Chi Minh.

Pemerintah Vietnam juga menegaskan bahwa kemenangan tersebut bukan hanya soal militer, tetapi merupakan kemenangan hati nurani dan kebenaran manusia, seperti disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam minggu lalu.

Meski masa lalu Vietnam dan Amerika Serikat dipenuhi konflik, hubungan kedua negara kini telah bertransformasi secara signifikan. Kedua negara menormalisasi hubungan diplomatik pada 1995, dan pada 2023, mantan Presiden AS Joe Biden mengunjungi Hanoi untuk memperkuat kemitraan bilateral.

Namun, hubungan tersebut kini diuji oleh kebijakan tarif impor sebesar 46 persen terhadap barang-barang Vietnam yang diumumkan oleh Presiden AS saat ini, Donald Trump, meskipun tarif itu masih ditangguhkan hingga Juli dan sedang dalam proses negosiasi.

Pada parade peringatan kali ini, AS diwakili oleh Konsul Jenderalnya di Kota Ho Chi Minh, Susan Burns, berbeda dengan perayaan 10 tahun lalu yang tidak dihadiri pejabat AS.

Sementara itu, Prancis yang juga memiliki sejarah kolonial di Vietnam, mengirim menteri ke perayaan terpisah untuk memperingati kekalahan mereka di Dien Bien Phu pada 1954.

Menariknya, parade juga dihadiri oleh 118 tentara Tiongkok yang diundang untuk berpartisipasi sebagai bentuk penghormatan atas dukungan internasional selama perjuangan kemerdekaan Vietnam.

Hal ini menggarisbawahi hubungan bilateral yang semakin erat antara Hanoi dan Beijing, meski keduanya memiliki sejarah persaingan di Laut Cina Selatan.

Vietnam tetap menjaga hubungan erat dengan Rusia yang hingga kini menjadi pemasok senjata utama negara itu, sekaligus membuka jalur kerja sama ekonomi dan diplomatik dengan berbagai kekuatan global.

Perayaan 50 tahun ini tak hanya memperingati kemenangan militer, namun juga menjadi simbol kebangkitan Vietnam dari masa perang menuju posisi strategis dalam geopolitik dan perekonomian Asia Tenggara.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Safari Politik Jokowi Tak Pengaruhi Elektabilitas PDIP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:14

Seruan Reformasi Jilid II Bukan Aspirasi Mahasiswa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:00

Safari Politik Jokowi cuma Demi Gibran dan Kaesang

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:41

Empat Nyawa Sudah Cukup, Setop Latsarmil SPPI

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:23

Sarasehan KPPG: Keterwakilan Perempuan 30 Persen Bukan Sekadar Kuota

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:06

Edi Hasibuan: Masyarakat Mulai Merasakan Perubahan Polri

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:03

Universitas Bakrie Tiga Besar dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:42

Pakai Dump Truk, Polisi Kawal Massa Pendukung MBG di Tuban

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:24

Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Sengaja Rusak Citra Kampus dan Wapres

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:22

DPR Usul Kemenukbangga Jadi Penyalur BLT

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:03

Selengkapnya