Berita

Rombongan Komnas HAM ditembaki KKB di Papua/Ist Puspen Cenderawasih

Politik

Penanganan Konflik Papua Perlu Pendekatan Dialog dan Diplomasi

RABU, 30 APRIL 2025 | 08:42 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Penanganan konflik yang terjadi di Papua tidak cukup hanya dengan pendekatan keamanan tapi perlu pendekatan dialog dan diplomasi.

Hal itu disampaikan anggota Komisi III DPR RI Hasbiyallah Ilyas terkait insiden penembakan rombongan Komnas HAM di Papua beberapa hari lalu.

Menurut Hasbiyallah, pendekatan dialogis yang sejajar dan bermartabat antara pemerintah pusat dan rakyat Papua, bukan semata-mata represif.


"Kemudian pendekatan pembangunan ekonomi dan infrastruktur. Pemerintah harus terus berusaha mengurangi ketimpangan melalui pembangunan," kata Hasbiyallah kepada wartawan, Rabu, 30 April 2025.

"Tentu, masyarakat Papua harus dilibatkan dalam membangun daerahnya," sambungnya.

Ia menambahkan warga Papua juga harus dilibatkan dalam berbagai aspek sosial, politik dan ekonomi serta pembangunan.

"Jangan sampai warga Papua merasa bahwa pembangunan ini belum sepenuhnya melibatkan mereka dan tidak serta-merta menyelesaikan masalah ketidakadilan," terangnya.

Selanjutnya, pendekatan sosial-budaya dan hak asasi manusia. Pemerintah harus menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM berat masa lalu. Kasus tersebut harus segera diselesaikan.

"Dengan pendekatan yang komprehensif, diharapkan persoalan di Papua bisa diselesaikan. Kalau hanya menggunakan pendekatan keamanan, masalah Papua tidak akan selesai," demikian Hasbiyallah Ilyas.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya