Berita

Ahli digital forensik Rismon Sianipar/Ist

Politik

Amien Rais:

Metode Ilmiah Rismon Bongkar Ijazah Jokowi Sangat Menyakinkan

SELASA, 29 APRIL 2025 | 00:09 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Indonesia beruntung mempunyai ahli digital forensik lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) Rismon Sianipar yang gencar membongkar dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Mulyono dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Hal ini dikatakan Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais dalam sebuah video singkat yang dikutip dari akun X Amien Rais Official, Senin 28 April 2025.

"Rismon juga mendalami forensik digital selama dua tahun di Universitas Yamaguchi Jepang," kata Amien Rais.


Amien Rais melihat bahwa dalam membuktikan bahwa ijazah S1 Jokowi dari Fakultas Kehutanan UGM adalah palsu, Rismon menggunakan metode yang tidak kaleng-kaleng.

"Metode ilmiahnya sangat menyakinkan," kata Amien Rais.

Rismon Sianipar dikenal aktif di berbagai media sosial, khususnya platform X (Twitter) miliknya via akun @SianiparRismon. Ia kerap kali berbagi pandangan dan informasi terkait teknologi dan isu-isu terkini, termasuk membahas keaslian ijazah Jokowi.

Rismon kini menjadi salah satu nama yang dilaporkan Relawan Pemuda Patriot Nusantarake Polres Jakarta Pusat atas dugaan penghasutan karena mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi.


Selain Rismon,  tiga nama lain yang dilaporkan adalah mantan Menpora Roy Suryo, dr Tifauzia Tyassumah atau Dokter Tifa dan Wakil Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Rizal Fadillah.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya