Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump/Net

Dunia

Trump Tuntut Kapal AS Gratis Melintas Kanal Panama dan Suez

MINGGU, 27 APRIL 2025 | 10:12 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menarik perhatian dunia setelah menyatakan bahwa seluruh kapal Amerika, baik militer maupun komersial, harus diberikan hak melintas secara gratis di Kanal Panama dan Kanal Suez. 

Pernyataan ini disampaikan Trump melalui platform Truth Social pada Sabtu, 26 April 2025.

"Kapal-kapal Amerika, baik Militer maupun Komersial, harus diizinkan melakukan perjalanan, gratis, melalui Terusan Panama dan Suez! Terusan-terusan itu tidak akan ada tanpa Amerika Serikat. Saya sudah meminta Menteri Luar Negeri Marco Rubio untuk segera mengurus, dan mengenang, situasi ini!” tulis Trump dalam unggahannya, seperti dimuat News Week.


Langkah ini mempertegas sikap Trump sejak masa kampanye, di mana ia kerap mengancam kebijakan Presiden Jimmy Carter yang menyerahkan kendali Kanal Panama kepada Panama pada tahun 1977. 

Trump bahkan menyebut keputusan itu sebagai kesalahan besar yang merugikan AS setara satu triliun dolar, serta berjanji untuk mengambilnya kembali"demi alasan keamanan nasional.

Kanal Panama dan Kanal Suez merupakan jalur penting perdagangan dunia. 

Kanal Panama yang menghubungkan Samudra Atlantik dan Pasifik, mempercepat waktu tempuh kapal-kapal barang, sementara Kanal Suez, yang menghubungkan Laut Tengah dan Laut Merah, menangani sekitar 10 hingga 12 persen dari perdagangan global.

Isu ini semakin kompleks dengan adanya kekhawatiran terkait pengaruh Tiongkok di kawasan kanal.  

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan pada bulan Februari lalu perusahaan-perusahaan yang berbasis di Tiongkok terus mengendalikan infrastruktur penting di wilayah kanal.

"Hal ini membuat Panama dan Amerika Serikat menjadi kurang aman, kurang makmur, dan kurang berdaulat. Dan seperti yang telah ditunjukkan oleh Presiden Donald Trump, situasi tersebut tidak dapat diterima," tegasnya. 

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Marco Rubio yang berkunjungan ke Panama mengatakan negara itu akan menjadi negara pertama di Amerika Latin, di Belahan Barat, yang keluar dari Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative). 

"Dan saya pikir akan ada lebih banyak berita terkait Panama dalam waktu dekat, semuanya positif bagi Amerika," ujarnya.

Sebelumnya, sempat beredar kabar bahwa Panama setuju untuk membebastugaskan biaya bagi kapal perang AS. Namun Presiden Panama Jose Raul Mulino kemudian membantah telah terjadi kesepakatan tersebut.

Ke depan, Otoritas Kanal Panama diperkirakan akan memberikan pernyataan resmi menanggapi desakan Trump ini.  

Menteri Rubio juga dijadwalkan untuk memberikan pembaruan terkait perkembangan negosiasi tersebut.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Koperasi Berbasis Masjid Diharap Bangkitkan Ekonomi Lokal

Sabtu, 14 Maret 2026 | 18:02

Ramadan Momentum Menguatkan Solidaritas Sosial

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:44

Gerebek Rokok Ilegal Tanpa Tersangka, PB HMI Minta Dirjen Bea Cukai Dievaluasi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:21

Mudik Arah Timur, Wakapolri: Ada Peningkatan Volume Kendaraan Tapi Lancar

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:08

Rencana Libatkan TNI Berantas Terorisme Kaburkan Fungsi Keamanan dan Pertahanan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:46

Purbaya: Ramalan Ekonomi RI Hancur di TikTok dan YouTube Tak Lihat Data

Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:21

KPK Tetapkan 2 Tersangka OTT di Cilacap

Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:58

Komisi III DPR Minta Negara Tanggung Penuh Biaya Pengobatan Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38

AS Pastikan Harga Minyak Dunia Tak akan Tembus 200 Dolar per Barel

Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:55

Amerika Salah Perhitungan dalam Perang Melawan Iran

Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:43

Selengkapnya