Berita

Xi Jinping dan Donald Trump/Net

Dunia

Trump Klaim Sudah Bicara dengan China Soal Perang Dagang

JUMAT, 25 APRIL 2025 | 10:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Amerika Serikat (AS) dan China telah mengadakan pembicaraan untuk membantu menyelesaikan perang dagang.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden AS Donald Trump pada Kamis, 24 April 2025 di tengah memanasnya tensi antara dua ekonomi terbesar dunia yang dipicu saling balas tarif.

"Kami mungkin akan mengungkapkannya nanti, tetapi mereka mengadakan pertemuan pagi ini, dan kami telah bertemu dengan China," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, seperti dikutip dari The Guardian, Jumat 25 April 2025.


Trump terus berupaya menyemangati pasar dengan mengisyaratkan pada hari Rabu bahwa AS sedang “aktif” bernegosiasi dengan Beijing, dan menunjuk pada harapan akan tercapainya kesepakatan yang akan secara substansial mengurangi tarif, yang sekarang ditetapkan pada 145 persen atas barang-barang yang masuk ke AS dari China.

Sayangnya, pernyataan Trump dibantah juru bicara Kementerian Perdagangan China He Yadong, yang mengatakan saat ini tidak ada negosiasi ekonomi dan perdagangan antara China dan AS.

"Setiap klaim tentang kemajuan dalam negosiasi ekonomi dan perdagangan AS-China hanyalah rumor tak berdasar tanpa bukti faktual," katanya.

Ia menambahkan bahwa jika AS menginginkan "de-eskalasi" - seperti yang dikemukakan oleh Menteri Keuangan Trump, Scott Bessent - AS harus "membatalkan sepenuhnya semua tindakan tarif sepihak terhadap China dan menemukan cara untuk menyelesaikan perbedaan melalui dialog yang setara."

Awal bulan ini, Beijing membalas tarif Trump dengan mengenakan tarif sebesar 125 persen, suatu situasi yang digambarkan Bessent sebagai tidak dapat dipertahankan, dan dikatakannya hal itu pada dasarnya merupakan embargo perdagangan.

Direktur Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva, menggunakan konferensi pers di Washington pada hari Kamis untuk menyerukan gencatan senjata dalam konflik perdagangan yang meningkat, untuk membatasi kerusakan pada ekonomi global.

Ia menolak untuk mengkritik pemerintah AS secara langsung, namun mengatakan bahwa pergeseran kebijakan perdagangan yang besar telah meningkatkan ketidakpastian.

“Penyelesaian kebijakan perdagangan di antara para pelaku utama sangat penting dan kami mendesak mereka untuk melakukannya dengan cepat, karena ketidakpastian sangat merugikan,” kata Georgieva.

“Saya tidak dapat menekankan hal ini dengan cukup kuat: tanpa kepastian, bisnis tidak akan berinvestasi, rumah tangga lebih memilih menabung daripada membelanjakan, dan hal ini semakin melemahkan prospek pertumbuhan yang sudah melemah," ujarnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya