Berita

Suasana sidang suap PAW Fraksi PDIP dengan terdakwa Hasto Kristiyanto/RMOL

Hukum

Suap KPU Hasil Patungan Harun Masiku dan Hasto Kristiyanto Hanya Dugaan

KAMIS, 24 APRIL 2025 | 19:37 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Fakta terkait suap pengurusan Harun Masiku menjadi anggota DPR dari Fraksi PDIP kian terungkap.

Terbaru, uang Rp1 miliar yang diserahkan kepada Wahyu Setiawan selaku komisioner KPU hasil patungan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Harun ternyata hanya dugaan.

Setidaknya berdasarkan pengakuan Donny Tri Istiqomah, tim hukum DPP PDIP yang juga berstatus tersangka terkait kasus yang sama.


Sidang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis, 24 April 2025. Donny dihadirikan sebagai saksi dalam sidang yang mengadili Hasto sebagai terdakwa.

Donny Tri Istiqomah mengaku berasumsi uang Rp400 juta yang diserahkan Kusnadi berasal dari Hasto Kristiyanto.

Awalnya, Jaksa KPK mendalami keterangan saksi Donny terkait percakapan dengan kader PDIP, Saeful Bahri pada pertengahan Desember 2019 terkait uang untuk pengurusan agar Harun Masiku menjadi anggota DPR dari Dapil Sumatera Selatan I menggantikan caleg PDIP Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

KPU mengalihkan suara Nazarudin kepada Riezky Aprilia yang menerapkan pergantian antarwaktu (PAW) sebab mendapatkan perolehan suara terbanyak kedua. Namun, Rapat Pleno PDIP menginginkan agar Harun Masiku yang dipilih menggantikan Nazarudin, dan untuk memuluskannya uang suap antara lain disebar ke KPU melalui Wahyu Setiawan.

Donny mengatakan sempat didatangi tiba-tiba di ruang meeting oleh Kusnadi yang merupakan staf Hasto.

"Nah Mas Kusnadi ini kan bahasanya kan bahasa Tegal medok gitu ya. Saya sempat mendengar bahwa Mas Kusnadi kan buru-buru, 'ini ada uang'. Seingat saya uang 400 urusan Harun gitu ya," kata Donny.

Atas pernyataan Kusnadi itu kata Donny, dirinya langsung mengirimkan pesan WhatsApp kepada Saeful.

"Saya menyebut Sekjen. Ini ada uang Rp400 (juta) dari Sekjen, 600 nya Harun. Kenapa saya bilang gitu? Saya ingat, Wahyu pernah minta 1M, sehingga di otak saya kalau ada ini 400 dari Kusnadi, 600 nya berarti Harun dong. Di otak saya asumsinya, karena Mas Kus itu stafnya Mas Hasto, Sekjen. Ya saya asumsi saja. Nah kemudian WA saya bahwa ini ada uang dari Sekjen 400, itu agar Saeful segera datang Pak," tutur Donny.

Donny mengaku, dirinya memanggil Saeful dengan sebutan sekjen agar bergegas datang.

"Tetapi apakah sumbernya itu dari Sekjen? Wah saya nggak berani, karena apa? Karena itu Kusnadi yang ngasih," terang Donny.

Donny mengaku komunikasi dirinya dengan Hasto terbilang tertib. Sehingga, ketika ada perintah, maka akan disampaikan langsung dari Hasto kepada dirinya.

"Kalau Mas Hasto memang perintah uang itu tentu ada WA, ada telpon, itu tidak ada sehingga saya tidak berani. Dan saya yakin itu dari Harun, karena kemudian saya pikir lagi, oh pasti Harun. Kenapa? Ya memang pada saat uang itu masuk ke saya dari Kusnadi, tidak ada perintah apapun dari Sekjen. Tidak ada komunikasi apapun. Ya berarti dari Harun, di otak saya begitu," pungkas Donny.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya