Berita

Penyanyi Windy Idol usai menjalani pemeriksaan di KPK/RMOL

Hukum

Windy Idol Menangis: Saya Capek, Saya Cuma Korban

KAMIS, 24 APRIL 2025 | 19:08 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Penyanyi Windy Yunita Bastari Usman alias Windy Idol mengaku hanya menjadi korban dalam kasus TPPU mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Hasbi Hasan.

Hal itu disampaikan langsung Windy Idol usai diperiksa sebagai saksi kasus TPPU Hasbi Hasan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis, 24 April 2025.

Dalam pemeriksaan kali ini, Windy Idol dikuliti KPK selama 3 jam sebagai saksi.


"Iya, masih (seputar TPPU Hasbi Hasan)," kata Windy Idol, Kamis sore, 24 April 2025.

Namun ia enggan berkomentar soal materi pemeriksaan KPK. Ia hanya membantah dituduh menerima aliran TPPU dari Hasbi Hasan, baik berupa uang maupun apartemen.

"Aku minta maaf kalau enggak banyak kasih jawaban. Mohon doa saja semoga orang-orang bisa dilembutkan hatinya dan aku cuma korban," terang Windy Idol.

"Semoga ada orang-orang yang punya hati melihat saya, sudah itu saja. Saya sudah menguras tenaga. Saya punya keluarga, pekerjaan rusak semua. Saya capek banget," jelasnya sembari meneteskan air mata.

Windy menjadi satu dari tiga orang yang telah ditetapkan tersangka TPPU dalam rangkaian kasus suap pengurusan perkara di MA. Selain Windy, dua tersangka lainnya adalah Hasbi Hasan dan seorang wiraswasta yang juga merupakan kakak kandung Windy Idol, Rinaldo Septariando.

Selain menjadi tersangka TPPU, Hasbi Hasan juga berstatus tersangka kasus suap pengurusan perkara lainnya di MA. Hasbi ditetapkan tersangka bersama Dirut PT Wahana Adyawarna, Menas Erwin Djohansyah.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya