Berita

Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi Soeharto/RMOL

Politik

Titiek Soeharto Wanti-wanti Trenggono Jangan Sampai Korupsi

SELASA, 22 APRIL 2025 | 19:27 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Komisi IV DPR menyetujui pembukaan anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk dapat meningkatkan kinerja dan pengawasan wilayah laut Indonesia.

Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi Soeharto meminta agar penambahan anggaran di KKP baik dari APBN, maupun bantuan hingga pinjaman kementerian digunakan dengan sebaik-baiknya.

“Iya itu kan di samping APBN ada juga bantuan-bantuan dan pinjaman-pinjaman dari luar negeri kalau udah dapet bantuan-bantuan itu, mohon supaya bantuan ini bisa dipergunakan sebaik-baiknya, tepat sasaran dan bermanfaat sebesar-besarnya untuk nelayan dan masyarakat kita,” kata Titiek Soeharto di Gedung Nusantara, Kompleks DPR, Senayan, Selasa, 22 April 2025.


Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu mewanti-wanti Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono agar tidak melakukan tindak korupsi ketika penambahan anggaran tersebut disetujui kementerian keuangan untuk ditambahkan atau dibuka kembali anggaran KKP yang terblokir.

“Jangan sampai udah dikasih bantuan nanti dikorupsi, gitu ya. Apalagi pemerintah sekarang, Pak Presiden menekankan bahwa, jangan sampai ada yang korupsi, saya akan kejar sampai kemanapun, supaya hati-hatilah menggunakan anggaran,” tegasnya.

KKP mengajukan permohonan kepada Komisi IV DPR agar menyetujui usulan membuka kembali anggaran yang saat ini masih diblokir. 

KKP meminta DPR menyetujui pembukaan blokir anggaran tersebut semata-mata untuk mendukung swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan.

Trenggono mengatakan pagu efektif Anggaran KKP tahun 2025 yang bersumber dari APBN sebesar Rp4,84 triliun. Namun setelah adanya efisiensi sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja Dalam Pelaksanaan APBN dan APBD 2025, maka pagu efektif KKP tahun 2025 sebesar Rp3,58 triliun.

"Pagu Efektif Anggaran KKP tahun 2025 yang bersumber dari APBN adalah sebesar Rp4,84 triliun. Setelah adanya efisiensi sesuai Inpres nomor 1 tahun 2025, maka Pagu Efektif KKP adalah sebesar Rp3,58 triliun," ujar Trenggono dalam rapat bersama Komisi IV.

Trenggono mengatakan anggaran tersebut terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp1,92 triliun, belanja barang Rp1,63 triliun, dan belanja modal sebesar Rp37,93 miliar. Anggaran efektif eselon I pasca efisiensi berdasarkan jenis belanja yakni Sekretaris Jenderal sebesar Rp358,26 miliar, Inspektorat Jenderal sebesar Rp45,41 miliar, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perikanan Tangkap sebesar Rp1,05 triliun, Ditjen Perikanan Budidaya sebesar Rp529,71 miliar, Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Rp641,52 miliar.

Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan sebesar Rp158,64 miliar, Ditjen Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut sebesar Rp446,92 miliar, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan sebesar Rp1,09 triliun, Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan sebesar Rp265,95 miliar.

Pada tahun 2025, KKP mengelola proyek-proyek strategis yang didanai oleh pinjaman dan hibah luar negeri. Total pinjaman luar negeri KKP sebesar Rp957 miliar dan hibah luar negeri sebesar Rp50,4 miliar.

Proyek tersebut antara lain pengelolaan kawasan konservasi perairan laut melalui program Ocean for Prosperity yang sudah dirancang sejak periode 2014-2019 dan sudah lama sekali karena ini menjadi bagian dari untuk mencapai target Marine Protection Area yang dicanangkan UN Ocean.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya