Berita

Pelatihan kesehatan, keselamatan kerja dan lingkungan hidup kepada siswa SMK/Istimewa

Nusantara

Daikin Perluas Kesadaran Keselamatan Kerja dan Kelestarian Lingkungan bagi Siswa SMK

SELASA, 22 APRIL 2025 | 06:49 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sebagai upaya memperluas kesadaran pada keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan, PT Daikin Airconditioning Indonesia menghelat pelatihan Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) bagi siswa sekolah menengah kejuruan. 

Pelatihan perdana digelar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 29 Jakarta, dan bakal berlanjut secara simultan di SMK-SMK lainnya. 

“Bersanding dengan kompetensi teknis yang dimilikinya, keselamatan kerja dan perhatian untuk menjaga kelestarian lingkungan menjadi kelengkapan mutlak yang mesti dimiliki tenaga ahli tata udara saat ini,” ujar Manager PT Daikin Airconditioning Indonesia, Adikusumo Rustam, saat membuka pelatihan di SMKN 29 Jakarta, Senin 21 April 2025. 


Hal ini tak saja mengacu pada risiko tinggi yang ada dalam pekerjaan terkait perangkat tata udara, dari penggunaan komponen elektronik dan pemasangan AC di posisi tinggi. Pentingnya keselamatan kerja dan perhatian pada lingkungan ini, menurut Adikusumo, terkait erat dengan penggunaan gas seperti pada refrigerant yang menjadi komponen penunjang kerja AC dalam mendinginkan ruangan. 

Di bagian keselamatan kerja misalnya, kurangnya pengetahuan ataupun pengabaian prosedur terkait penggunaan gas termasuk refrigerant, dapat memicu timbulnya kecelakaan kerja dan bahkan termasuk kemungkinan terjadinya kebakaran unit yang memicu bahaya lebih besar. 

Sementara dari sisi kelestarian lingkungan, prosedur penanganan refrigerant yang tak benar seperti melepaskannya langsung ke udara, dapat memicu bahaya perubahan iklim.

“Besarnya dampak yang mungkin timbul darinya membuat profesi sebagai ahli tata udara pada berbagai bagiannya, bukanlah pekerjaan yang sederhana. Kesadaran akan hal inilah yang kemudian kami upayakan melalui pelatihan yang berjalan simultan di SMK sebagai institusi pendidikan vokasi untuk melengkapi kompetensi teknis siswa,” jelas Adikusumo. 

Sementara, pilihan untuk membuka rangkaian pelatihan simultan ini di SMKN 29 Jakarta tak lepas dari kolaborasi erat yang telah terjalin melalui Daikin Center of Excellence. 

Sebagai program pembentukan pusat keunggulan Daikin di institusi pendidikan vokasi, Daikin Center of Excellence berjalan dalam wujud peningkatan fasilitas ruang pembelajaran praktik siswa dan berbagai dukungan pelatihan serta pengayaan kurikulum untuk peningkatan kompetensi. 

Dalam pelatihan di SMKN 29 Jakarta ini, sejumlah 70 siswa menjadi pesertanya. Selain memberikan wawasan prosedur penanganan untuk keselamatan kerja, Daikin juga memberikan pengenalan refrigerant recovery. Menjadi bagian inisiatif hijau perusahaan, refrigerant recovery merupakan upaya Daikin untuk tak melepaskan refrigerant langsung ke udara bebas. 

Dalam berbagai pekerjaan yang membutuhkan pelepasan refrigerant dari unit AC, melalui kegiatan refrigerant recovery, Daikin menghisap dan mengumpulkannya dengan alat khusus. Berkolaborasi dengan pihak ketiga, hasil pengumpulan ini kemudian akan didaur ulang menjadi refrigerant baru yang siap digunakan kembali. 

Lebih lanjut, terkait dengan pelatihan terkait keselamatan kerja dan kepedulian pada kelestarian lingkungan ini, Adikusumo menyatakan, Daikin telah menyiapkan agenda untuk memperluas cakupannya pada SMK lain. Bakal berjalan simultan sepanjang tahun, penyelenggaraannya tak hanya di SMK yang tergabung dalam Daikin Center of Excellence. 

“Pelatihan Ini menjadi bagian upaya nyata Daikin dalam peningkatan kesadaran keselamatan kerja yang sekaligus mengurangi dampak lingkungan. Melalui penyelenggaraannya, kami berharap dapat menularkannya pada lebih banyak siswa SMK sebagai calon tenaga ahli tata udara Indonesia di masa depan,” pungkas Adikusumo.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya