Berita

Haedar Nashir dan Paus Fransiskus/Net

Nusantara

Muhammadiyah Kehilangan Paus Fransiskus

SENIN, 21 APRIL 2025 | 18:42 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan rasa belasungkawa mendalam atas meninggalnya Paus Fransiskus pada Senin, 21 April 2025.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menuturkan, Paus dikenal sebagai tokoh humanis, sederhana, dan pejuang perdamaian di kancah global.

"Beliau merupakan tokoh yang humanis, sederhana, dan penebar damai di ranah global,” kata Haedar, Senin, 21 April 2025.


Haedar teringat saat bertemu langsung dengan Paus di Vatikan pada 24 Februari 2024 lalu. Dalam pertemuan itu, Paus menerima Zayed Award for Human Fraternity bersama Grand Syaikh Al-Azhar Ahmad At-Thayib yang pertama. Sedangkan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama penerima Zayed Award tahun 2024.

Dikatakan Haedar, Paus dikenal dengan filosofi hidupnya yang penuh kesederhanaan, dengan semboyan miserando atque eligendo atau rendah hati dan terpilih.

“Paus Fransiskus dikenal tokoh inklusif serta menggalang semangat kemanusiaan dan perdamaian untuk semua,” ucap Haedar.

Kepergian Paus meninggalkan kekosongan besar bagi dunia, khususnya bagi umat Katolik. Semasa hidupnya diabdikan untuk kehidupan kemanusiaan yang religius, saling toleransi dan menyayangi, serta menegakkan perdamaian untuk dunia.

Haedar berharap semangat Paus dalam mempromosikan perdamaian dan kemanusiaan dapat menjadi inspirasi bagi dunia, terlebih di tengah tantangan global saat ini yang masih diwarnai konflik dan ketegangan politik.

“Semoga inspirasi dan jejak Paus Fransiskus untuk kemanusiaan dan perdamaian dunia menjadi salah satu pendorong terciptanya tatanan dunia damai yang masif dan autentik, ketika panggung global saat ini masih diwarnai oleh perangai sebagian tokoh politik dunia yang ugal-ugalan dan anti-damai,” tutupnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya