Berita

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad/RMOL

Publika

Silaturahmi dan Dialogis: Teladan Politik Sufmi Dasco Ahmad

OLEH: BAHTRA BANONG
SENIN, 21 APRIL 2025 | 01:20 WIB

KENDATI pemerintahan Prabowo-Gibran sudah memasuki hari ke-183 sejak dilantik 20 Oktober 2024 lalu serta disokong oleh koalisi besar KIM Plus yang menyisakan PDIP di luar kekuasaan, namun bayang-bayang polarisasi akibat Pilpres masih terus mengintai.

Narasi konfrontatif di media sosial atas berbagai kebijakan pemerintah memperparah ketegangan antara kubu pemerintah dan oposisi. Di berbagai media sosial cuitan-cuitan pedas dan meme-meme sindiran menjadi bahan bakar polarisasi, memisahkan masyarakat ke dalam kubu-kubu yang saling curiga.

Di tengah gemuruh politik Indonesia itu ada sosok yang bergerak pelan namun pasti, menenun kain kebangsaan di antara keretakan dengan silaturahmi dan dialog. Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI dan Ketua Harian Partai Gerindra, tokoh sentral yang cukup menonjol yang tak sekadar bermain di panggung kekuasaan, tetapi juga merangkul pihak-pihak yang berbeda, dari elite oposisi hingga intelektual kritis.  


Polarisasi tidak hanya menciptakan perpecahan, tetapi juga kebuntuan komunikasi. Ketika elite politik saling curiga dan masyarakat sipil merasa diabaikan, dialog menjadi barang langka.

Dasco, dengan diplomasi lunaknya, berhasil memecah kebuntuan ini, membuka saluran komunikasi yang sebelumnya macet. Dengan pendekatan yang menggabungkan "silaturahmi" budaya, dan strategi komunikasi politik, Dasco tidak hanya merangkul berbagai pihak, tetapi juga membuka saluran dialog yang sebelumnya tertutup rapat.

Pertemuan Prabowo-Megawati adalah contoh nyata. Sebelum 7 April 2025, hubungan kedua tokoh ini dipenuhi ketegangan akibat persaingan Pilpres dan sengketa hukum. Dasco, dengan kesabaran, menjalin komunikasi sejak Oktober 2024, memanfaatkan momentum "halal bihalal" untuk menciptakan suasana kondusif. Hasilnya, sebuah dialog yang tidak hanya simbolis, tetapi juga membuka peluang kerja sama informal.

Pendekatan serupa terlihat dalam silaturahmi dengan PKS. Di tengah perbedaan ideologis, Dasco memilih diskusi santai tentang tantangan nasional, menghindari isu sensitif seperti kebijakan syariah atau ekonomi.

Langkah ini, meskipun sederhana, mengurangi potensi gesekan di DPR. Dengan serikat buruh, Dasco terlibat dalam diskusi tentang Satgas Pemutusan Hubungan Kerja pada 17 April 2025, membuka komunikasi dengan kelompok yang sering berseberangan dengan pemerintah.

Lebih jauh, Dasco menjangkau kalangan di luar lingkaran politik formal. Pada 7 April 2025, di sebuah restoran di Senayan, ia duduk bersama intelektual kritis seperti Rocky Gerung, Jumhur Hidayat, dan Syahganda Nainggolan.

Dengan menu sederhana "sayur lodeh", tahu, dan tempe ia mendengar keluh kesah tentang demokrasi dan ekonomi. Rocky, yang dikenal vokal mengkritik pemerintah, menyebut Dasco “kawan politik,” adalah sebuah pengakuan langka.

Dasco bahkan menghubungi Prabowo langsung untuk menjembatani ide-ide dari diskusi ini, menunjukkan keterbukaan yang jarang dimiliki politisi.

Dengan merangkul elite oposisi, intelektual, dan serikat buruh untuk membahas perlindungan pekerja, Dasco menunjukkan bahwa inklusivitas bukan sekadar retorika, tetapi strategi politik yang hidup.

Gaya ini patut dicontoh oleh politisi, yang sering kali terjebak dalam retorika konfrontatif, dan generasi muda, yang perlu belajar empati di tengah polarisasi digital.

Pendekatan ini mencerminkan kemampuannya merangkul oposisi tanpa menuntut keselarasan prinsip. Pendekatan ini adalah pelajaran berharga: komunikasi efektif tidak memerlukan formalitas kaku, tetapi kepekaan budaya dan kesediaan mendengar.

Bagi politisi, ini adalah model untuk mengelola konflik tanpa konfrontasi. Bagi generasi muda, yang terbiasa dengan debat sengit di sosmed, ini adalah pengingat bahwa dialog sejati lahir dari pertemuan, bukan cuitan.

Di tengah hiruk-pikuk politik yang penuh intrik, Sufmi Dasco Ahmad menawarkan model yang berbeda: politik yang merangkul tanpa memaksa, mendialogkan tanpa menggurui. Dari meja makan sederhana di Senayan hingga kediaman Megawati, ia menunjukkan bahwa silaturahmi adalah senjata ampuh untuk menyatukan perbedaan.

Bagi politisi, pendekatannya adalah pelajaran bahwa stabilitas politik lahir dari dialog, bukan dominasi. Bagi generasi muda, yang terpaku pada layar ponsel, gaya Dasco mengingatkan bahwa jembatan dibangun dengan pertemuan, bukan tembok digital.

Sufmi Dasco Ahmad mengajukan satu tawaran sederhana namun mendalam: mari duduk bersama. Mungkin, di tengah aroma kopi dan tawa yang jujur, demokrasi bisa menemukan jalannya pulang.

Penuli adalah Wakil Ketua Komisi II DPR

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

KPK Panggil PNS dan Karyawan Swasta di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:21

Kapolda Riau: Penghargaan Nugraha Sakanti Prestasi Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20

Mahfud MD Ajak Masyarakat Tetap Cintai Polri Seburuk Apa Pun Kinerjanya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16

KPK Panggil Sejumlah Pejabat Imigrasi di Kasus Pemerasan Silmy Karim

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10

KPK Masih Periksa Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:48

Audit Dugaan Penyimpangan Impor Sianida PPI, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:39

Komisi I DPR Ungkap Alasan Draf RUU KKS Belum Dibuka ke Publik

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:35

Bos Maktour yang Juga Mertua Dito Ariotedjo Dipanggil KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21

Masih Penyesuaian Sistem, Pajak Olshop di Marketplace Berlaku Mulai 1 Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:16

Prabowo Layak Dicontoh Bagi Siapa Pun yang Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:01

Selengkapnya