Berita

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza UL Haq di Ponorogo/Ist

Politik

Wamendikdasmen: KH Ahmad Dahlan Teladan Inovasi Kepemimpinan

JUMAT, 18 APRIL 2025 | 17:31 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kepemimpinan inovatif sangat dibutuhkan bangsa Indonesia di tengah kondisi dunia yang dipenuhi dengan ketidakpastian.

Demikian antara lain disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza UL Haq saat berpidato dalam kegiatan kaderisasi instruktur Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Jumat, 18 April 2025.

Menurutnya, kepemimpinan inovatif telah dicontohkan para pendahulu, salah satunya KH Ahmad Dahlan.


"KH Ahmad Dahlan adalah teladan utama dalam konteks inovasi kepemimpinan tersebut. Gagasan pendirian amal usaha Muhammadiyah seperti sekolah, panti asuhan, rumah sakit dan lain-lain adalah inovasi dalam merespons konteks sosial politik masa itu," kata Wamen Fajar.

Fajar mengurai, para pakar kepemimpinan bersepakat bahwa musuh utama inovasi adalah kemandegan atau sudah nyaman dengan formula-formula inovasi lama.

"Konteks masyarakat, sosial-politik sudah berubah maka formula untuk merespon situasi juga harus baru. Harus inovatif," tegas Ketua Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis (LKKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini.  

Kepemimpinan inovatif menjadi isu strategis dalam penguatan kaderisasi. Tidak hanya di lingkungan Muhammadiyah, tapi juga dalam konteks bangsa yang lebih luas.

Kaderisasi merupakan elan vital sebuah organisasi, termasuk memastikan dan memberikan ruang diaspora kader yang lebih luas di ruang publik.

"Muhammadiyah telah membuktikan dalam sejarah republik ini dengan menyiapkan kader-kader terbaiknya untuk memimpin di ruang publik," lanjutnya.

Di akhir pidatonya, Wamen Fajar menegaskan komitmen Muhammadiyah untuk bangsa Indonesia, termasuk komitmen inklusivitas atau keterbukaan kader-kader Muhammadiyah pada kolaborasi dengan banyak pihak.

"Kader Muhammadiyah harus menjadi pemimpin untuk semua pihak guna melahirkan kebijakan dan keberpihakan pada seluruh lapisan masyarakat," pungkasnya.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya