Berita

Ilustrasi/Net

Global

170 Demonstran Pro-Palestina Ditangkap Usai Serang Gerai KFC Pakistan

JUMAT, 18 APRIL 2025 | 15:54 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Lebih dari 170 orang ditangkap oleh pihak kepolisian Pakistan setelah serangkaian serangan terhadap gerai makanan cepat saji KFC di berbagai kota besar, termasuk Karachi, Lahore, dan Islamabad. 

Serangan tersebut dipicu oleh kemarahan terhadap perang Israel di Gaza dan sentimen anti-AS yang meningkat di negara mayoritas Muslim itu.

Polisi melaporkan sedikitnya 11 serangan terhadap gerai KFC yang melibatkan pengunjuk rasa bersenjata tongkat dan melakukan perusakan. 


“Kami tengah menyelidiki peran sejumlah individu dan kelompok dalam serangan ini,” ujar Faisal Kamran, seorang perwira senior polisi Lahore, seperti dimuat AFP pada Jumat, 18 April 2025. 

Ia menambahkan bahwa 11 orang, termasuk anggota partai keagamaan Tehreek-e-Labbaik Pakistan (TLP), telah diamankan.

Menanggapi hal ini, juru bicara TLP, Rehan Mohsin Khan, mengatakan bahwa partainya tidak secara resmi menyerukan protes terhadap KFC. 

“Jika ada orang lain yang mengaku sebagai aktivis TLP atau terlibat dalam aksi tersebut, itu murni tindakan pribadi dan tidak mewakili kebijakan partai,” jelasnya.

KFC, yang dimiliki Yum Brands berbasis di AS, belum memberikan komentar atas insiden ini. Namun, pengaruh boikot dan protes terhadap merek-merek Barat terus terasa. 

Menurut laporan GlobalData, pangsa pasar Coca-Cola dan PepsiCo di Pakistan menurun signifikan pada 2023 akibat boikot. Coca-Cola turun dari 6,3 persen menjadi 5,7 persen, sedangkan PepsiCo turun dari 10,8 persen menjadi 10,4 persen.

“Merek lokal kini memanfaatkan momentum ini untuk menguatkan posisinya, terutama di pasar minuman ringan yang sedang bertumbuh,” ujar analis bisnis dari Bisnis Daily, Amir Nadeem. 

“Ini menjadi tekanan nyata bagi merek global di kawasan yang sensitif secara geopolitik," kata dia lagi. 

Di sisi lain, gaya hidup konsumen Pakistan juga mulai bergeser. Banyak warga yang kini beralih ke produk lokal sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina.

Ulama-ulama di Pakistan telah menyerukan boikot terhadap produk yang dianggap mendukung Israel atau ekonomi Amerika, seraya mengimbau masyarakat untuk tetap damai.

Pihak kepolisian Lahore kini telah meningkatkan keamanan di 27 gerai KFC setelah beberapa serangan dan upaya penyerangan berhasil dicegah. 

Sayangnya, seorang karyawan KFC di Lahore dilaporkan tewas ditembak oleh orang tak dikenal. Motif di balik pembunuhan itu masih dalam penyelidikan.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya