Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto/RMOL

Bisnis

Airlangga Pastikan Impor Gandum dari AS Tak Ganggu Program Swasembada Pangan

JUMAT, 18 APRIL 2025 | 13:11 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan rencana peningkatan impor gandum dari Amerika Serikat (AS) tidak mengganggu program swasembada pangan.

Hal tersebut dikatakan Airlangga yang tengah berada di Washington DC untuk melobi pejabat AS terkait tarif dari Presiden AS Donald Trump tersebut.

“Khusus pangan, kita memang melakukan impor gandum, kedelai, dan susu kedelai. Kita tidak akan mengganggu program swasembada dengan apa yang direncanakan dibeli dari Amerika Serikat,” katanya dalam konferensi pers melalui Zoom Meeting pada Jumat 18 April 2025.


Menurutnya, impor terhadap komoditas tersebut selama ini memang sudah dilakukan, tidak hanya dari Amerika Serikat, tetapi juga dari negara lain seperti Australia dan Ukraina. Karena itu, rencana tersebut, kata Airlangga bukan penambahan volume impor, melainkan pengalihan sumber impor.

“Nah, sehingga kita hanya melakukan pengalihan daripada impor bahan baku untuk pangan tersebut,” tuturnya.

Adapun rencana peningkatan impor pangan itu dilakukan sebagai strategi pemerintah mengurangi defisit perdagangan yang dialami AS dengan Indonesia. 

Dengan meningkatkan impor dari AS, Indonesia berharap pemerintah AS dapat menurunkan tarif resiprokal sebesar 32 persen yang saat ini dikenakan terhadap produk-produk asal Indonesia.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya