Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

AS Serang Pelabuhan Minyak Yaman, Tewaskan Lebih dari 30 Orang

JUMAT, 18 APRIL 2025 | 10:48 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Lebih dari 30 orang dilaporkan tewas dan sedikitnya 80 lainnya luka-luka akibat serangan udara Amerika Serikat yang menargetkan pelabuhan minyak Ras Isa di Yaman, pada Jumat, 18 April 2025.  

Serangan ini merupakan bagian dari kampanye udara intensif yang diluncurkan AS sejak pertengahan Maret terhadap kelompok Houthi yang didukung Iran.

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengonfirmasi operasi tersebut dan menyatakan bahwa serangan itu bertujuan untuk menghentikan aliran pendapatan minyak yang digunakan oleh kelompok Houthi untuk membiayai operasi militernya di kawasan.


“Pasukan AS mengambil tindakan untuk menghilangkan sumber bahan bakar bagi teroris Houthi yang didukung Iran dan merampas pendapatan ilegal yang telah mendanai upaya Houthi untuk meneror seluruh wilayah selama lebih dari 10 tahun,” demikian pernyataan CENTCOM, seperti dimuat Reuters. 

“Serangan ini tidak dimaksudkan untuk menyakiti rakyat Yaman, yang benar-benar ingin melepaskan diri dari penindasan Houthi dan hidup damai,” tambahnya.

Namun, kelompok Houthi mengecam keras serangan tersebut. Dalam pernyataan resmi yang disiarkan oleh kantor berita SABA, mereka menyebut serangan sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Yaman dan menyasar fasilitas sipil vital.

“Agresi yang sama sekali tidak dapat dibenarkan ini merupakan pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan dan kemerdekaan Yaman dan penargetan langsung seluruh rakyat Yaman,” ujar pernyataan Houthi.  

Houthi menyebut serangan AS kali ini menargetkan fasilitas sipil vital yang telah melayani rakyat Yaman selama beberapa dekade.

Rekaman yang ditayangkan oleh saluran berita al-Masirah memperlihatkan dampak brutal dari serangan tersebut, termasuk mayat-mayat berserakan dan kobaran api yang besar. 

Kebakaran hebat terdeteksi oleh satelit NASA di area pelabuhan pada Jumat pagi.

Pelabuhan Ras Isa, yang terletak di provinsi Hodeida di sepanjang Laut Merah, merupakan salah satu titik strategis bagi kegiatan minyak di wilayah tersebut. 

Meski ekspor minyak dari Yaman telah lama terhenti akibat konflik berkepanjangan, pelabuhan ini tetap digunakan oleh Houthi untuk mendatangkan minyak.

Serangan ini juga terjadi dalam konteks meningkatnya ketegangan regional, termasuk eskalasi antara Israel dan kelompok Houthi, serta upaya AS untuk menekan Iran terkait program nuklirnya.

Departemen Luar Negeri AS sebelumnya memperingatkan negara atau entitas komersial agar tidak memasok minyak ke pelabuhan yang dikuasai Houthi.

Kampanye udara yang diperintahkan oleh Presiden Donald Trump menandai perubahan pendekatan signifikan dibandingkan pemerintahan sebelumnya, dengan sasaran tidak hanya lokasi peluncuran rudal, tetapi juga personel berpangkat tinggi dan infrastruktur strategis Houthi.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya