Berita

Putra sulung Yudhistira, Iga Massardi di lantai 4 Gedung Ali Sadikin, ruang PDS H.B. Jassin, Kamis malam, 17 April 2025/RMOL

Nusantara

Menelusuri Karya Yudhistira ANM Massardi, Anarkis yang Melankolis

KAMIS, 17 APRIL 2025 | 23:36 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) H.B. Jassin, Taman Ismail Marzuki, menggelar pameran yang menampilkan berbagai karya sastrawan Yudhistira ANM Massardi yang wafat pada 2 April 2024.

Pembukaan pameran digelar Kamis malam, 17 April 2025. Acara ini menjadi bentuk penghormatan atas kontribusi panjang Yudhistira di dunia sastra Indonesia.

Pameran ini terbuka untuk umum dan akan berlangsung hingga 8 Mei 2025. Pameran bertempat di lantai 4 Gedung Ali Sadikin, ruang PDS H.B. Jassin.


Pameran ini menampilkan berbagai karya Yudhistira, mulai dari puisi-puisi yang dipasang di seluruh ruangan, buku dan cerpen yang pernah dimuat di media massa, hingga koleksi lukisan yang jarang diketahui publik.

Selain karya pribadi, pameran juga menyajikan nukilan biografi serta tulisan para pengamat dan sastrawan seperti H.B. Jassin, Harry Aveling, Goenawan Mohamad, Seno Gumira Ajidarma, Putu Wijaya, Halim HD, Bandung Mawardi, Adri Darmaji Woko, hingga Renny Djajoesman.

Dalam acara pembukaan pameran, pihak keluarga diwakili putra sulung Yudhistira, Iga Massardi. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak penyelenggara, khususnya PDS H.B. Jassin, atas penghargaan yang diberikan kepada almarhum ayahnya.

“Ini adalah sebuah kehormatan untuk Yudhistira ANM Massardi,” ujar Iga dengan mata berkaca-kaca.

Iga juga membagikan kenangan masa kecilnya bersama sang ayah, termasuk saat sering diajak ke acara pembacaan puisi atau musikalisasi puisi. Meski mengaku sempat merasa bosan dan tidak mengerti, ia mengaku perlahan memahami dunia yang digeluti ayahnya. 

“Saat itu saya berpikir, begini toh seniman, kerjanya jatuh cinta, menyalahkan keadaan, atau mengkritisi pemerintah,” selorohnya.

Yudhistira tidak hanya dikenal sebagai novelis dan sastrawan, tetapi juga sebagai pendidik. Bersama istrinya, Siska, ia mendirikan sekolah gratis di wilayah Bekasi. Sekolah ini telah beroperasi lebih dari dua dekade dan menjadi wadah pendidikan bagi masyarakat sekitar.

“Dia mengajarkan banyak hal, termasuk kepada saya, tentang tidak menyerah, tentang mencari cinta, dan tentang bersikap cuek dengan prinsip ‘biarin’,” kata Iga.

Menurutnya, yang paling penting dari semua ajaran sang ayah adalah cara memandang hidup. 

“Dia mengajarkan tentang menerima ketidaksempurnaan, melihat kerasnya hidup, dan menolak untuk hidup di bawah penindasan. Yudhis adalah seorang anarkis yang melankolis, dan romantis. Karena satu-satunya hal yang membuat dia tunduk adalah cinta," ungkapnya.

Acara apresiasi dan pameran ini terbuka untuk publik yang ingin mengenal lebih dekat sosok Yudhistira ANM Massardi, baik sebagai sastrawan maupun sebagai manusia yang mendedikasikan hidupnya untuk seni, pendidikan, dan cinta.

"Teruntuk Yudhis terima kasih sudah membesarkan banyak manusia termasuk tiga anakmu," tutup Iga Massardi haru.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Jokowi Jadikan PSI Kendaraan Politik demi Melanggengkan Dinasti

Senin, 02 Februari 2026 | 10:15

IHSG "Kebakaran", Sempat Anjlok Hingga 5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:49

Ketegangan Iran-AS Reda, Harga Minyak Turun Hampir 3 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:47

Tekanan Pasar Modal Berlanjut, IHSG Dibuka Anjlok Pagi Ini

Senin, 02 Februari 2026 | 09:37

Serang Pengungsi Gaza, Israel Harus Dikeluarkan dari Board of Peace

Senin, 02 Februari 2026 | 09:27

BPKN Soroti Risiko Goreng Saham di Tengah Lonjakan Jumlah Emiten dan Investor

Senin, 02 Februari 2026 | 09:25

Komitmen Prabowo di Sektor Pendidikan Tak Perlu Diragukan

Senin, 02 Februari 2026 | 09:14

Menjaga Polri di Bawah Presiden: Ikhtiar Kapolri Merawat Demokrasi

Senin, 02 Februari 2026 | 09:13

Emas Melandai Saat Sosok Kevin Warsh Mulai Bayangi Kebijakan The Fed

Senin, 02 Februari 2026 | 09:07

Nikkei Positif Saat Bursa Asia Dibuka Melemah

Senin, 02 Februari 2026 | 08:49

Selengkapnya