Berita

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri/Istimewa

Politik

Pakem PDIP Tak Seperti Nasdem dalam Berkoalisi

KAMIS, 17 APRIL 2025 | 19:29 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) diyakini memiliki "pakem" yang berbeda dengan Partai Nasdem, dalam berkoalisi, termasuk dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. 

Pengamat politik Citra Institute, Efriza menilai, PDIP sebagai partai politik (parpol) dengan sejarah panjang dan Ketua Umumnya, Megawati Soekarnoputri, pernah menjabat sebagai Presiden ke-5 RI, tentu punya daya tawar dalam berkoalisi. 

Paling tidak, tawaran yang akan diberikan parpol berlogo banteng moncong putih itu kepada Presiden Prabowo adalah mengisi beberapa pos kementerian. 


"Sebab PDIP akan pasti minta posisi menteri (kalau gabung pemerintahan)," ujar Efriza kepada RMOL, pada Kamis, 17 April 2025.

Jika dibandingkan dengan Partai Nasdem, magister Ilmu Politik Universitas Nasional itu memandang PDIP tidak akan bergabung tanpa mahar politik. 

"Tidak akan seperti Nasdem loyal tanpa syarat mengejar kursi menteri," tuturnya. 

Oleh karena itu, Efriza meyakini, jika PDIP bergabung otomatis akan ada pergeseran dan hitung ulang pembagian jatah menteri sebagai konsekuensi dari dukungan mereka terhadap pemerintahan Prabowo.

"Sebab PDIP akan pasti minta posisi menteri, tidak akan seperti Nasdem loyal tanpa syarat mengejar kursi menteri," pungkas Efriza.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya