Berita

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz/Net

Dunia

Israel Akui Aneksasi Gaza Bagian dari Strategi Militer

KAMIS, 17 APRIL 2025 | 12:20 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, secara terbuka mengakui bahwa rencana aneksasi Gaza merupakan bagian dari strategi militer negaranya. 

Dalam laporan yang disampaikan Al Jazeera pada Kamis, 17 April 2025, Katz menegaskan bahwa militer Israel akan terus mempertahankan keberadaan mereka di zona keamanan di Lebanon dan Suriah tanpa batas waktu.

“Kebijakan negara kami jelas. Mencegah semua bantuan kemanusiaan memasuki Gaza adalah alat untuk menekan Hamas agar menyerah,” kata Katz dalam pernyataannya.


Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran internasional terkait kondisi kemanusiaan yang memburuk di Gaza akibat blokade dan serangan militer yang terus berlangsung. 

Menurut Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA), perhari ini, tercatat 3.696 anak Palestina dirawat karena kekurangan gizi akut, meningkat tajam dari 2.027 anak pada Februari lalu.

“Konsumsi makanan di Gaza telah menurun tajam karena blokade terhadap masuknya bantuan kemanusiaan dan pasokan penting lainnya yang sekarang memasuki minggu ketujuh,” ungkap OCHA dalam laporan resminya. 

“Konsumsi kelompok makanan utama seperti daging, unggas, susu, sayur-sayuran, dan buah-buahan, masih sangat rendah,” tambah lembaga tersebut.

Lebih lanjut, OCHA juga memperingatkan krisis kelangsungan hidup yang parah akibat terbatasnya akses air bersih. 

“Air sangat penting untuk kelangsungan hidup, namun akses ke air bersih telah menjadi sangat terbatas,” tegas badan kemanusiaan PBB itu.

Sementara itu, utusan khusus Amerika Serikat untuk urusan sandera, Adam Boehler, mengatakan bahwa gencatan senjata baru akan mungkin terjadi jika semua tawanan yang ditahan oleh Hamas dibebaskan. 

“Pembebasan para tawanan adalah prasyarat penting yang tidak dapat dinegosiasikan untuk mencapai gencatan senjata yang langgeng,” ujarnya.

Di tengah konflik yang terus berlanjut, PBB juga mencatat bahwa sekitar 500.000 orang telah mengungsi atau kembali mengungsi sejak keputusan Israel untuk mengakhiri gencatan senjata dengan Hamas pada 18 Maret lalu.

Pernyataan Israel Katz yang terang-terangan menyatakan strategi militer negaranya termasuk aneksasi Gaza dan pemblokiran bantuan kemanusiaan menimbulkan kecaman luas dari komunitas internasional, sekaligus meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya