Berita

Wakil Ketua DPR Adies Kadir/Net

Politik

Prabowo Ingin Naikkan Gaji Hakim, DPR: Alhamdulillah, Wacana Bagus

RABU, 16 APRIL 2025 | 20:01 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Rencana Presiden Prabowo Subianto yang akan meningkatkan kesejahteraan hakim di Indonesia dengan kenaikan gaji, disambut baik Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). 

Wakil Ketua DPR Adies Kadir mengatakan bahwa wacana Kepala Negara tersebut sangat baik. 

“Tentunya, ini kan wacana bagus,” ujar Adies kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu 16 April 2025. 


Menurut Adies, Presiden Prabowo dengan berbagai pengalamannya telah lama melihat gejala-gejala yang tidak beres dalam sistem peradilan di Indonesia. Oleh karena itu, salah satu opsinya mewacanakan kenaikan gaji hakim. 

“Alhamdulillah ini Presiden sebelum itu sudah melihat gejala-gejala. Makanya dia akan menaikkan gaji terlebih dahulu. Mungkin ini feelingnya Pak Presiden dengan pengalamannya yang luar biasa,” kata Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini. 

Namun demikian, selain menaikkan gaji hakim, Adies berpandangan bahwa Mahkamah Agung (MA) dan ekosistem peradilan di Tanah Air harus diperbaiki. 

“Harus dibarengi di MA dan di peradilan harus diperbaiki. Ini MA lagi berbenah seluruhnya. Memperbaiki diri baru mulai tapi ini kecolongan,” tuturnya.

Oleh karena itu, Adies yang merupakan legislator Partai Golkar ini mendorong MA untuk berbenah dengan mengatur rekrutmen hingga penempatan para calon hakim yang akan bertugas. 

“Mudah-mudahan MA bisa lebih cepat mengatur seleksi hakim yang akan masuk menjadi hakim baru, tambahan hakim baru, kemudian hakim yang menjabat di pengadilan negeri, pengadilan tinggi dan MA,” kata dia. 

“Jadi, kita harapkan ini berjalan lebih cepat dan diharapkan bisa lebih baik dan bisa merubah perilaku hakim dalam tanda kutip bukan semua hakim, masih banyak hakim yang bagus terus terang,” sambungnya. 

Adies meyakini dari sekitar 8000-an hakim yang ada di Indonesia tidak semua korup dan mudah disuap. Dengan kata lain, masih banyak hakim yang memiliki integritas. 

“Hampir semua hakim baik. 8000 hakim kurang lebih separoh lebih 60 persen ada di luar daerah dan mereka betul-betul bekerja tidak pernah terkontaminasi hal hal yang tidak baik yang mencoba meracuni mereka,” katanya. 

“Mungkin bisa suatu saat ditukar hakim yang di luar itu masuk ke sini yang di Jawa dikeluarin semua biar merasakan semua salah satu usulan kami di Komisi III,” demikian Adies.

Sebelumnya, Presiden Prabowo berencana mabukkan gaji hakim di Indonesia. Tujuannya agar mereka tidak bisa disuap. 

Rencana itu disampaikan Prabowo dalam perbincangannya dengan enam pemimpin redaksi di kediaman pribadinya, di Padepokan Garuda Yaksa Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu 4 April 2025. 

“Hakim harus dibikin begitu terhormat dan begitu yakin sehingga dia tidak bisa disuap. Saya juga beri petunjuk agar hakim punya rumah dinas yang layak. Ini sedang dikerjakan Menteri Perumahan. Kalau tidak salah, hakim kita di seluruh Indonesia tidak sampai 10.000 orang," ujar Prabowo.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Purbaya Siapkan Sanksi bagi Importir Buntut Kontainer Menumpuk

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Palmerah, 17 Unit dan 85 Personel Damkar Dikerahkan

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:05

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Widiyanti Putri Wardhana dan Nusron Wahid Layak Direshuffle

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:38

Kompetisi Ketapel Antar ASN

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:19

Buzzer Jokowi Jangan Dulu Pesta, P21 Bukan Vonis Pengadilan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:00

Investor Asing Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Dana Proyek Marina Bay City ke Polda Bali

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:48

Kritik Rocky Gerung, Gumarang: Menteri Keuangan Bukan Sekadar Kasir

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:27

State-Driven Economy untuk Hentikan Ketimpangan dan Ketergantungan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:57

Puluhan Miliar Dana Investasi Dipersoalkan, Siapa Bertanggung Jawab di Marina Bay City?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:33

Selengkapnya