Berita

Representative Image/Net

Dunia

Gaza Jadi Kuburan Massal, Korban Tewas Capai 51.000 Orang

RABU, 16 APRIL 2025 | 17:27 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Organisasi kemanusiaan Médecins Sans Frontières (MSF), atau Dokter Lintas Batas, menyebut Gaza kini telah berubah menjadi "kuburan massal" bagi warga Palestina dan para relawan yang berusaha memberikan bantuan. 

Seruan keras pun disampaikan kepada Israel untuk menghentikan pengepungan yang mereka sebut “tidak manusiawi dan mematikan”.

“Gaza telah berubah menjadi kuburan massal warga Palestina dan mereka yang datang untuk membantu mereka,” tegas koordinator darurat MSF, Amande Bazerolle, seperti dimuat Sky News pada Rabu, 16 April 2025. 


Pernyataan ini muncul setelah laporan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah menewaskan sedikitnya 13 orang di Gaza utara dan terus menggempur rumah-rumah di Rafah, bagian selatan wilayah tersebut.

Menurut Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas di Gaza, jumlah korban jiwa akibat invasi Israel telah melampaui 51.000 orang. 

Di sisi lain, data PBB menunjukkan bahwa sebanyak 409 pekerja kemanusiaan telah tewas sejak operasi darat Israel dimulai.

“Karena tidak ada tempat yang aman bagi warga Palestina atau mereka yang mencoba membantu mereka, respons kemanusiaan sangat terhambat oleh ketidakamanan dan kekurangan pasokan yang kritis, sehingga orang-orang hanya memiliki sedikit, jika ada, pilihan untuk mengakses perawatan,” tambah Bazerolle.

Foto-foto dari lapangan menunjukkan kehancuran masif: reruntuhan rumah, jasad warga sipil yang tertimpa bangunan, dan para relawan yang berjuang menyelamatkan korban dari puing-puing. 

Di Jabalia, seorang pria Palestina terlihat memeriksa bekas serangan udara yang meratakan rumah-rumah mereka.

Namun, alih-alih membuka akses bantuan, Israel melalui Menteri Pertahanan Israel Katz menegaskan bahwa pasukan mereka akan tetap berada di "zona keamanan" Gaza untuk waktu yang tidak ditentukan.

“Tidak seperti di masa lalu, (militer Israel) tidak mengevakuasi daerah yang telah dibersihkan dan direbut,” kata Katz. 

Ia juga menegaskan bahwa Israel akan terus membatasi masuknya bantuan sebagai bentuk tekanan terhadap Hamas.

Di sisi lain, Hamas menolak membebaskan para sandera yang tersisa tanpa adanya penarikan penuh Israel dari Gaza dan tercapainya gencatan senjata yang langgeng. 

Usaha gencatan senjata yang sempat dirancang sebelumnya pun gagal di tengah jalan, meninggalkan harapan yang kembali memudar di tengah penderitaan warga sipil.

Situasi ini menciptakan dilema kemanusiaan yang mendalam. Dengan pengepungan ketat, kehancuran infrastruktur, serta jumlah korban yang terus meningkat, Gaza kini bukan hanya zona perang, melainkan simbol dari krisis kemanusiaan yang belum menemui jalan keluar.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya