Berita

Ilustrasi/Ist

Bisnis

Harga Emas Diprediksi Terus Melonjak di Tengah Perang Dagang

RABU, 16 APRIL 2025 | 00:33 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Harga emas diperkirakan terus mengalami penguatan di tengah memanasnya tensi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Salah satu pemicunya adalah langkah China yang menarik dana besar-besaran surat utang AS (Treasury Bills) dan mengalihkannya ke aset emas.

Peneliti dari Pusat Kajian Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Universitas Binawan, Farouk Abdullah Alwyni, menilai langkah ini akan berdampak jangka panjang terhadap perekonomian global dan mengubah pola investasi masyarakat.

“Cara investasi masyarakat, dari yang sebelumnya berinvestasi di instrumen keuangan dan perbankan yang berbasis 'fiat currency' (mata uang kertas) ke investasi berbasis emas,” kata Farouk kepada RMOL pada Selasa, 15 April 2025.


Mantan pejabat senior Islamic Development Bank itu mengingatkan bahwa tekanan terhadap Dolar AS sebagai mata uang utama dunia akan turut menyeret nilai tukar mata uang negara berkembang, termasuk Rupiah. 

“Pertimbangannya jika hard currency seperti Dolar Amerika saja terpuruk melawan emas maka mata uang negara berkembang seperti Rupiah akan lebih terpuruk lagi. Karena itu perlu ada investasi alternatif untuk mengembangkan dana yang dimiliki,” imbuhnya.

Farouk juga menilai jika tren kenaikan harga emas ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin negara-negara besar akan mempertimbangkan kembali penggunaan emas sebagai standar penopang mata uang, seperti era sebelum sistem Bretton Woods berakhir pada tahun 1971.

Namun demikian, ia mengimbau masyarakat agar tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan investasi emas. 

Farouk menekankan bahwa emas adalah instrumen investasi jangka panjang yang tidak cocok untuk jual-beli jangka pendek karena sifat harganya yang fluktuatif.

“Dalam sepuluh tahun terakhir, harga emas sudah naik hampir tiga kali lipat. Tapi dalam jangka pendek, misalnya pada periode Juli 2020 hingga Oktober 2022, harga sempat mengalami penurunan. Jadi harus sabar dan siap memegang emas dalam jangka waktu panjang karena kita tidak pernah tahu dimana titik tertinggi dan terendah dari emas,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya memahami dinamika geoekonomi dan politik global dalam menganalisis pergerakan harga emas. Pasalnya, faktor-faktor global tersebut akan sangat memengaruhi arah pasar emas ke depan.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Ambang Batas Parlemen Moderat Cukup 2,5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 20:04

Eks Kepala PPATK: Demutualisasi BEI Kebutuhan Mendesak, Faktor Pertemanan Permudah Penyimpangan

Senin, 02 Februari 2026 | 19:50

Ribuan Warga Kawanua Rayakan Natal dan Tahun Baru dengan Nuansa Budaya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Catat! Ini 9 Sasaran Operasi Keselamatan Jaya 2026 dan Besaran Dendanya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Prabowo Terima Dirut Garuda dan Petinggi Embraer di Istana, Bahas Apa?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:41

Menkeu Purbaya Singgung Saham Gorengan Saat IHSG Anjlok, Apa Itu?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:29

Alur Setoran Kades dan Camat ke Sudewo Ditelisik KPK

Senin, 02 Februari 2026 | 19:23

Horor Sejarah Era Jim Crow

Senin, 02 Februari 2026 | 19:14

10 Surat Tanah yang Tidak Berlaku Lagi mulai Februari 2026

Senin, 02 Februari 2026 | 19:12

5 Takjil Khas Daerah Indonesia Paling Legendaris

Senin, 02 Februari 2026 | 18:53

Selengkapnya