Berita

Anggota Komisi I DPR F-PDIP, Yulius Setiarto/Net

Politik

Soal Rencana Prabowo Evakuasi Warga Gaza, Legislator PDIP Ingatkan Hal Ini

SABTU, 12 APRIL 2025 | 09:02 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Rencana Presiden Prabowo Subianto menampung 1.000 warga Jalur Gaza korban perang mendapat respons dari Anggota Komisi I DPR RI fraksi PDIP Yulius Setiarto. 

Menurut Yulius, rencana Presiden patut mendapat apresiasi, namun upaya tersebut harus tetap dalam koridor sikap Indonesia dalam penyelesaian masalah Palestina, yakni two-state solution.

"Sikap kemanusiaan Presiden Prabowo patut mendapat apresiasi, karena merupakan perwujudan dari ideologi kita Pancasila," kata Yulius dalam keterangannya, Sabtu 12 April 2025. 


Yulius menilai, sikap kemanusiaan Presiden Prabowo tersebut tetap harus dalam koridor sikap dasar Indonesia dalam penyelesaian masalah Palestina, yaitu berdirinya Negara Palestina berdampingan dengan Israel. 

"Dukungan Indonesia bagi kemerdekaan Palestina adalah sikap kita yang tidak bisa ditawar, atau dinegosiasikan," kata Anggota DPR dari Dapil Banten III ini.

Legislator PDIP ini menyebut bahwa sikap dasar Indonesia atas masalah Palestina harus ditegakkan, mengingat saat ini berkembang upaya dari Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk "mengosongkan" Jalur Gaza dari warga Palestina supaya bisa dianeksasi atau diduduki oleh Israel. 

Padahal Gaza merupakan wilayah yang seharusnya menjadi bagian dari Negara Palestina yang diperjuangkan keberadaannya oleh Indonesia.

Presiden AS Donald Trump pun sudah mengungkapkan niat untuk memindahkan warga Palestina ke sejumlah negara di Timur Tengah dan Afrika, bahkan juga ke Indonesia. 

Sejak Israel berperang melawan Hamas di Gaza pada Oktober 2023, tercatat sudah sekitar 50.800 warga Palestina tewas, dan sekitar 116.000 orang mengalami luka-luka. Sebagian besar korban cedera itu adalah anak-anak dan kaum perempuan.

Trump menggunakan dalih pemindahan warga Gaza untuk memberikan lingkungan hidup yang lebih baik ketimbang hidup hidup di Gaza yang porak-poranda. Namun, rencana Trump ini ditolak hampir semua negara di dunia.

"Jangan sampai rencana Presiden Prabowo menampung warga Palestina korban agresi Israel itu dinilai sebagai bagian dari rencana AS dan Israel tersebut," kata Yulius.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya