Berita

Kolase foto Presiden RI Prabowo Subianto dan Persiden AS Donald Trump/RMOL

Politik

Delegasi RI Jangan Inferior saat Negosiasi dengan Trump

SABTU, 12 APRIL 2025 | 01:25 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Delegasi yang akan dikirim Presiden Prabowo Subianto untuk bernegosiasi dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump harus mengutamakan kepentingan nasional.
 
Dosen ilmu pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pamulang (FISIP UNPAM), Efriza memperhatikan, langkah negosiasi sebagai respons terhadap kenaikan tarif perdagangan yang dikeluarkan Trump, terdapat potensi tidak menguntungkan bagi Indonesia. 

"Pilihan negosiasi dikhawatirkan apabila posisi Indonesia sudah inferior dan Amerika superior. Posisi tidak setara tentu tidak dapat dinilai sebagai pilihan negosiasi," ujar Efriza kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL pada Jumat, 11 April 2025.


Dia menilai, aspek tawar menawar yang kemungkinan terjadi pada negosiasi delegasi Indonesia dengan Trump atau pemerintah Amerika Serikat, adalah soal timbal balik penurunan tarif barang impor dari Indonesia dan keuntungan yang bakal diperoleh negeri Paman Sam. 

"Apalagi jika pilihannya adalah meningkatkan volume barang impor dari Amerika, bahkan juga adanya tawaran paket kebijakan dari pemerintah yang juga ingin menawarkan pemberian insentif fiskal dan nonfiskal kepada Trump, berupa keringanan bea masuk dan untuk sejumlah pungutan perpajakan," tuturnya. 

Apabila negosiasi semacam itu terjadi, Efriza meyakini Trump kemungkinan besar menyetujui tarif barang impor Indonesia ke AS dapat turun. Hanya saja, pelemahan ekonomi dalam negeri juga dapat terjadi. 

"Jika seperti ini namanya bukan negosiasi yang dapat menguntungkan kedua belah pihak, tetapi sekadar minta keringanan, layaknya 'antar pembeli dan penjual' di ranah dagang," jelasnya. 

Oleh karena itu, pengamat politik jebolan IISIP Jakarta ini mewanti-wanti potensi ketidakadilan ekonomi, kepada delegasi Indonesia yang dikirim Presiden Prabowo untuk bernegosiasi dengan Trump maupun pemerintahan Amerika Serikat. 

"Jadi Indonesia dalam bernegosiasi dengan Amerika Serikat perlu jelas dulu cara dan tujuan dari negosiasinya," ungkapnya. 

"Dan, juga perlu menunjukkan kedaulatan negara ini, jangan malah negosiasi memberikan keuntungan berlebih kepada Amerika dan keuntungan sedikit saja bagi Indonesia, pilihan negosiasi ini kekhawatiran terbesar adalah meningkatkan volume impor berdampak APBN," demikian pengamat dari Citra Institute itu menambahkan.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya