Berita

Menteri Koordinatir Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam Turkiye-Indonesia CEO Roundtable Meeting/Ist

Dunia

Wakili Presiden di Ankara, Airlangga Dorong Penguatan Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Turki

JUMAT, 11 APRIL 2025 | 11:15 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan kebijakan proteksionisme baru dari Amerika Serikat (AS), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan pentingnya penguatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Turki.

Hal tersebut dikatakan Airlangga saat mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam Turkiye-Indonesia CEO Roundtable Meeting yang berlangsung di Ankara, Turki pada Kamis 10 April 2025. 

“Indonesia dan Turki perlu memperkuat kerjasama ekonomi serta melihat potensi yang masih sangat besar antara kedua negara, di tengah ketidakpastian global dan tren proteksionisme yang baru saja dilakukan oleh Amerika Serikat,“ kata Menko Airlangga.


Kegiatan ini digelar di sela-sela Kunjungan Kenegaraan Presiden Prabowo ke Turki, yang mencakup pertemuan bilateral dengan Presiden Recep Tayyip Erdo?an serta partisipasi dalam forum Antalya Diplomacy Forum.

Pertemuan bisnis yang difasilitasi oleh KADIN Indonesia dan The Foreign Economic Relations Board of Turkey (DEIK) ini mempertemukan lebih dari 50 pemimpin perusahaan dari kedua negara. 

Mereka berasal dari berbagai sektor strategis seperti pertahanan, teknologi, infrastruktur, energi, kesehatan, pendidikan vokasi, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga menambahkan bahwa stabilitas fundamental ekonomi serta konsumsi domestik yang tinggi di kedua negara menjadi modal penting dalam memperluas kemitraan. 

Terlebih, tahun 2025 menandai 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Turki, yang menjadi momen tepat untuk meningkatkan kerja sama ke tahap yang lebih strategis.

Adapun nilai perdagangan Indonesia-Turki pada 2024 tercatat sekitar 2,4 miliar Dolar AS. Namun, presiden dari kedua negara telah menetapkan target ambisius untuk meningkatkan nilai perdagangan menjadi 10 miliar Dolar AS.

Dalam rangka mencapai target tersebut, Airlangga mendorong percepatan finalisasi perjanjian perdagangan terbatas atau limited preferential trade agreement. 

Perjanjian ini diharapkan dapat memberikan kemudahan tarif maupun non-tarif terhadap sejumlah produk utama, dengan waktu negosiasi yang lebih singkat.

“Turki melihat Indonesia sebagai mitra utama dan hub bagi perdagangan di kawasan ASEAN,” kata Deputi Menteri Perdagangan Ozgur Volkan Agar dalam kesempatan yang sama.

Ia menegaskan pentingnya percepatan perjanjian perdagangan antara kedua negara, mengingat Turki telah memiliki kesepakatan serupa dengan negara ASEAN lainnya seperti Malaysia dan Vietnam. 

Di sisi lain, Indonesia juga dapat memanfaatkan posisi strategis Turki sebagai pintu masuk menuju pasar Uni Eropa, termasuk dalam kerangka perundingan Indonesia-Uni Eropa CEPA.

Menteri Pertanian dan Kehutanan Turki, Ibrahim Yukmali, juga menyoroti peluang besar kerja sama perdagangan produk agrikultur antara kedua negara.

“Potensi produk Pertanian Turki untuk bisa masuk ke pasar Indonesia, dan sebaliknya Turki juga terbuka terhadap ekspor produk pertanian dan kehutanan Indonesia ke pasar Turki,” jelas Ibrahim Yukmali.

Menurutnya, produk-produk tersebut dapat menjadi bahan baku penting bagi industri makanan dan minuman serta kerajinan di Turki. Ia juga menegaskan bahwa kebijakan proteksionisme global justru berpotensi menghambat laju pertumbuhan ekonomi dunia.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Bakrie, Duta Besar RI untuk Turki Achmad Rizal Purnama, Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Umar Hadi, serta Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya