Berita

PT Timah Tbk (TINS)/RMOL

Bisnis

Situasi Pasar Mendukung, TINS Raih Untung

KAMIS, 10 APRIL 2025 | 09:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Timah Tbk (TINS) mencatat kenaikan penjualan di sepanjang 2024. 

Laporan keuangan di keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip Kamis 10 April 2025, disebutkan bahwa TINS mencatatkan penjualan logam timah domestik sebesar 12 persen dan ekspor logam timah sebesar 88 persen. 

Ada enam negara dengan tujuan ekspor terbesar, yaitu Korea Selatan 19 persen; Singapura 18 persen; Jepang 15 persen; Belanda 12 persen; India 10 persen; dan China 7 persen.


Dengan peningkatan penjualan, maka pendapatan TINS juga tumbuh positif, meningkat 29,37 persen menjadi Rp10,86 triliun, naik dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp8,39 triliun. 

Perseroan mencatat produksi bijih timah sebesar 19.437 ton Sn pada akhir tahun 2024, naik 31 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 14.855 ton Sn. Hal tersebut disebabkan oleh adanya peningkatan jumlah unit tambang darat, produktivitas objek tambang laut, dan optimalisasi arah penggalian dengan melakukan bor pandu pada blok rencana kerja.

Produksi logam timah naik 23 persen menjadi 18.915 metrik ton dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 15.340 metrik ton. Penjualan logam timah naik 22 persen menjadi 17.507 ton dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 14.385 ton. 

Harga jual rata-rata logam timah sebesar 31.181 Dolar AS per metrik ton, naik 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 26.583 Dolar AS per metrik ton.

Untuk beban pokok pendapatan, perseroan mencatat kenaikan 1,26 persen dari Rp7,93 triliun di tahun 2023 menjadi Rp8,03 triliun di  2024. Perseroan membukukan laba usaha sebesar Rp1,76 triliun dengan pencapaian EBITDA sebesar Rp2,71 triliun atau 396 persen dari tahun 2023.

Nilai aset perseroan pada akhir tahun 2024 turun 0,42 persen menjadi Rp12,80 triliun dari Rp 12,85 triliun pada akhir tahun 2023. 

Posisi liabilitas perseroan sebesar Rp5,35 triliun, turun 19,08 persen dibandingkan posisi akhir tahun 2023 sebesar Rp6,61 triliun, dikarenakan pelunasan pinjaman bank jangka pendek, obligasi dan pembelian kembali (buyback) medium term notes (MTN).

Harga logam timah global bergerak fluktuatif di tengah ketidakpastian ekonomi makro dan perkembangan pasokan yang terus mendominasi prospek pasar. 

Harga rata-rata logam timah Cash Settlement Price London Metal Exchange (LME) 2024 sebesar 30.177,45 Dolar AS per ton atau naik 16,3 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 25.959,04 Dolar AS per ton serta proyeksi harga timah versi Bloomberg di kisaran 28.000 - 31.000 Dolar AS per metrik ton. 

Kenaikan harga ini kemungkinan dipicu oleh stok timah dunia yang juga menyusut drastis. Data LME menunjukkan persediaan timah di gudang hanya tinggal 4.800 ton per akhir Desember 2024, turun 35,6 persen dari posisi awal tahun sebesar 7.450 ton.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya