Berita

Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri/Ist

Politik

Pertemuan Prabowo dan Megawati Babak Baru Rekonsiliasi Nasional

RABU, 09 APRIL 2025 | 21:51 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri akhirnya terlaksana setelah memasuki bulan ke 7 pada tanggal Senin, 7 April 2025 dalam suasana silaturahmi Idulfitri 1446 H.

Pertemuan yang sudah direncanakan sejak lama ini terlaksana dalam situasi mendadak dan senyap serta minim pemberitaan.

Pertemuan ini disambut baik oleh berbagai kalangan karena dianggap sebagai pertemuan yang penting. 


Hal itu mengingat Megawati Soekarnoputri adalah Ketua Umum PDIP yang pada saat pilpres 2024 lalu mengusung Capres Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. 

Dalam berbagai kesempatan Megawati menyatakan PDIP berada di luar kekuasaan yang kerap kali bersikap kritis menentang pemerintah.

"Pertemuan ini menandakan babak baru hubungan politik Megawati Soekarnoputri Ketua Umum PDIP dan pemerintah," ujar Khalid Zabidi dari lembaga kajian GREAT Institute dalam keterangannya, Rabu, 9 April 2025.

Pertemuan politik kedua tokoh nasional ini merupakan langkah politik dari Presiden Prabowo yang mengedepankan kenegarawanan. 

"Di sini tampak kebesaran hati Prabowo yang saat ini sudah berstatus kepala negara bertamu datang ke kediaman Megawati Soekarnoputri di Teuku Umar, demi berpolitik yang mengedepankan kepentingan nasional penuh dengan jiwa kenegarawanan," jelasnya.

Menurut dia, pertemuan ini juga tidak lepas dari peran Sufmi Dasco Ahmad yang intens melakukan komunikasi politik di antara kedua belah pihak.

Dasco sendiri mempunyai pengalaman membangun rekonsiliasi politik nasional saat bangsa menghadapi suasana keterbelahan selepas Pilpres 2019. Pasalnya, Prabowo Subianto bergabung masuk ke dalam kabinet pemerintahan Joko Widodo dan Mar'uf Amin.

"Ini jadi kali kedua, Sufmi Dasco melakukan langkah membangun rekonsiliasi politik setelah saat usai Pilpres 2019 dimana Prabowo masuk ke dalam pemerintahan Jokowi sebagai menhan," terangnya.

Sehubungan dengan pertemuan Megawati dan Prabowo, Sudarto, ahli komunikasi politik dari Universitas Pancasila, Sudarto menanggapi bahwa hal itu penting bagi kedua belah pihak. 

"Pertemuan 2 tokoh ini sangat penting buat bangsa setelah tercabik-cabik usai Pilpres 2024 lalu, pertemuan antara Prabowo dan Megawati ini menjadi simbol persatuan dan kekompakan untuk bersama membangun Indonesia," terang Sudarto.
 
Di tengah situasi dunia dan Indonesia yang sedang mengalami tekanan ekonomi dunia yang sedang tidak menentu, langkah politik dua tokoh bangsa ini patut di apresiasi. 

"Kita patut mengapresiasi langkah rekonsiliasi politik kedua tokoh bangsa ini, mengingat situasi terkini dunia yang sedang mengalami ketidakpastian ekonomi dan politik," tutup Sudarto.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya