Berita

Ilustrasi/Ist

Bisnis

China Siap Lawan AS atas Tarif 104 Persen, Enam Langkah Ini Bisa Jadi Senjata

RABU, 09 APRIL 2025 | 09:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah China merespons keras rencana mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang ingin menaikkan tarif impor barang dari China hingga 104 persen.

Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perdagangan Tiongkok menyatakan bahwa Beijing siap mengambil langkah balasan untuk melindungi kepentingan negara mereka.

"Kami tidak akan membiarkan siapa pun mengambil hak rakyat Tiongkok untuk berkembang. Kami juga tidak akan mentolerir tindakan apa pun yang merugikan kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan China," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri, Lin Jian, seperti dikutip dari Global Times Rabu, 9 April 2025.


Lin menambahkan bahwa China akan terus mengambil langkah tegas demi mempertahankan hak dan kepentingannya.

Menurut Lin, tindakan AS menunjukkan bahwa negara itu tidak serius ingin berunding. 

"Kalau AS memang ingin berdialog, mereka harus menunjukkan sikap yang setara, saling menghormati, dan mencari keuntungan bersama," ujarnya.

Lin juga menegaskan bahwa jika AS tetap memaksakan perang tarif tanpa mempertimbangkan dampaknya bagi negaranya sendiri, China, maupun dunia, maka China siap melawan sampai akhir.

Awal tahun ini, AS mengenakan tarif untuk barang-barang dari China sebesar 20 persen. Pada 2 April, bersamaan dengan pengenaan tarif ke banyak negara, AS mengumumkan pengenaan tarif 34 persen terhadap impor dari China. 

Beijing pun berontak dan membalasnya dengan memberlakukan tarif yang sama terhadap barang-barang asal AS yaitu sebesar 34 persen.

Marah dengan kenekatan China, Trump kembali menghantamnya dengan tarif 50 persen. 

"China memberlakukan kenaikan tarif sebesar 34 persen meskipun saya telah memperingatkan bahwa setiap negara yang membalas terhadap AS dengan menerapkan tarif tambahan akan segera dikenai tarif baru yang jauh lebih tinggi, di atas tarif yang telah diberlakukan sebelumnya," tulis Trump dalam pernyataannya.

"Jika China tidak menarik kembali kenaikan tarif sebesar 34 persen tersebut, yang datang di atas praktik perdagangan abusive mereka selama bertahun-tahun, AS akan mengenakan tarif tambahan sebesar 50 persen yang mulai berlaku pada 9 April 2025," tegas Trump.

Sehingga total tarif yang berlaku untuk barang-barang China adalah 104 persen. 

Menanggapi itu, Kementerian Perdagangan China melalui pernyataan di situs resminya pada hari Selasa mengatakan, jika Trump benar-benar mewujudkan ancamannya, Beijing tidak akan tinggal diam dan siap melakukan tindakan balasan yang tegas.

Niutanqin, salah satu akun media sosial, memposting pada hari Selasa bahwa Tiongkok dapat mengambil enam tindakan yang mungkin dilakukan terhadap tarif AS.

Tindakan itu termasuk meningkatkan tarif secara signifikan pada produk pertanian AS seperti kedelai dan sorgum, melarang impor unggas, menangguhkan kerja sama Tiongkok-AS pada masalah terkait fentanil, memberlakukan pembatasan pada perdagangan jasa dengan AS, mengurangi atau melarang impor film AS, dan menyelidiki manfaat kekayaan intelektual perusahaan AS yang beroperasi di Tiongkok.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya