Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Pulih dari Aksi Jual, Pasar Eropa Berakhir di Garis Hijau

RABU, 09 APRIL 2025 | 07:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Eropa menguat, bangkit dari keterpurukan setelah empat sesi mengalami aksi jual besar-besaran.

Dikutip dari Reuters, indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup melonjak naik 2,72 persen atau 12,90 poin menjadi 486,91. 

Indeks acuan Jerman DAX juga menghijau, naik 2,48 persen atau 490,64 poin menjadi 20.280,26, setelah indeks tersebut berhenti sebelum mengkonfirmasi bear market pada sesi sebelumnya. 


Di Inggris, Indeks FTSE 100 menguat 2,71 persen atau 208,45 poin menjadi 7.910,53. Sementara CAC Prancis naik 2,5 persen atau 173,30 poin jadi 7.100,42.

Eropa tengah berupaya meredakan guncangan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) mengenakan tarif baru. Komisi Eropa mengusulkan tarif balasan sebesar 25 persen pada berbagai barang Amerika. Sejauh ini, blok beranggotakan 27 negara itu telah bergulat dengan tarif AS yang dikenakan untuk mobil dan logam mereka, dan masih harus menghadapi tarif untuk barang lain.  

Perusahaan farmasi Eropa memperingatkan Presiden Komisi Eropa bahwa tarif AS akan mempercepat peralihan industri dari Eropa ke Amerika Serikat.

Saham sektor pertahanan meroket 5,1 persen. Sektor tersebut termasuk di antara sektor dengan kinerja terbaik di Eropa tahun ini.

Saham perbankan, yang sempat terpuruk akibat kekhawatiran perlambatan pertumbuhan, kini melesat 2,3 persen dan saham perusahaan asuransi naik 4,1 persen.

Saham produsen chip asal Jerman, Infineon Technologies, naik tipis 0,8 persen setelah mengatakan akan membeli bisnis ethernet otomotif milik Marvell Technology dengan harga sekitar 2,5 miliar Dolar AS.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Ambang Batas Parlemen Moderat Cukup 2,5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 20:04

Eks Kepala PPATK: Demutualisasi BEI Kebutuhan Mendesak, Faktor Pertemanan Permudah Penyimpangan

Senin, 02 Februari 2026 | 19:50

Ribuan Warga Kawanua Rayakan Natal dan Tahun Baru dengan Nuansa Budaya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Catat! Ini 9 Sasaran Operasi Keselamatan Jaya 2026 dan Besaran Dendanya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Prabowo Terima Dirut Garuda dan Petinggi Embraer di Istana, Bahas Apa?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:41

Menkeu Purbaya Singgung Saham Gorengan Saat IHSG Anjlok, Apa Itu?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:29

Alur Setoran Kades dan Camat ke Sudewo Ditelisik KPK

Senin, 02 Februari 2026 | 19:23

Horor Sejarah Era Jim Crow

Senin, 02 Februari 2026 | 19:14

10 Surat Tanah yang Tidak Berlaku Lagi mulai Februari 2026

Senin, 02 Februari 2026 | 19:12

5 Takjil Khas Daerah Indonesia Paling Legendaris

Senin, 02 Februari 2026 | 18:53

Selengkapnya