Berita

Presiden Prabowo Subianto/RMOL

Politik

Indonesia Tidak Gelap, Prabowo Optimis Kelola Perekonomian Negara Lebih Baik

SELASA, 08 APRIL 2025 | 15:54 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto merespons tagar "Indonesia Gelap" yang sempat viral di media sosial. 

Dalam acara sarasehan ekonomi di Menara Mandiri Sudirman, Jakarta pada Selasa, 8 April 2025, Prabowo mempertanyakan maksud tagar tersebut, karena menurutnya Indonesia tidaklah gelap. 

"Saya juga heran ada orang yang mengatakan Indonesia gelap. Kalau dia merasa gelap ya itu hak dia. Tapi kalau saya bangun pagi saya lihat Indonesia cerah," ujarnya. 


Ia mencontohkan program pemerintah di sektor pertanian yang terus diperbaiki regulasinya sehingga petani dapat hidup sejahtera.

"Kalau saya ketemu petani, petani gembira. Harga pangan, peningkatan hasil mereka naik secara drastis, produksi naik secara drastis. Kita potong semua regulasi yang gak bener. Kita sederhanakan," kata Prabowo. 

Prabowo mendapat laporan dari Menteri Pertanian bahwa pupuk yang tadinya langka yang banyak diselundupkan di korupsi sekarang sampai ke desa-desa. Regulasinya dipotong sehingga lebih cepat sampai ke petani. 

Menurut Prabowo, capaian ini memperlihatkan strategi yang pemerintah jalankan mulai tampak keberhasilannya. Sehingga ia optimis ke depan akan menjadi lebih baik. 

"Jadi ini pelajaran bagi kita semua dan inilah yang akhirnya saya ambil kesimpulan oke saya harus proaktif. Saatnya sudah ada evidence saya sekarang berdiri agak lebih optimis percaya diri karena evidence sudah mulai kelihatan," paparnya. 

Prabowo tidak melarang masyarakat berpendapat tentang Indonesia Gelap. Tetapi ia menyarankan agar tidak terus-menerus pesimis dengan kondisi negara. 

"Jadi saudara-saudara saya tidak akan melarang orang untuk selalu memandang dengan kegelapan. Kalau ada orang yang mau lihat gelap gelap gelap monggo," kata dia. 

Sementara Prabowo tetap pada keyakinannya bahwa Indonesia memiliki masa depan cerah dan percaya diri mengelola perekonomian nasional lebih baik demi kepentingan rakyat. 

"Tapi kalau saya lihat, saya optimis, saya bangga jadi presiden ri. Kekayaan kita akan kita kuasai, kita kelola, untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat," pungkasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya