Berita

Presiden Prabowo Subianto saat diwawancarai jurnalis senior/Ist

Politik

Diskusi Presiden dengan Pemimpin Redaksi Media Tradisi Baik untuk Demokrasi

SELASA, 08 APRIL 2025 | 11:54 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Didik Mukrianto, mengapresiasi inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang menggelar diskusi bersama para pemimpin redaksi media nasional di kediamannya di Hambalang.

Ia menilai langkah ini sebagai tradisi baru yang positif dalam membangun komunikasi langsung antara Presiden dan media massa.

"Bisa menjadi sebagai sarana penyampaian informasi ke publik yang transparan," kata Didik lewat akun X miliknya, Selasa 8 April 2025.


Menurutnya, keterbukaan dalam menyampaikan informasi secara langsung kepada insan pers tidak hanya mencerminkan niat baik, tapi juga menunjukkan komitmen terhadap keterbukaan pemerintahan.

Terlebih, dalam pertemuan tersebut dibahas isu-isu strategis seperti efisiensi anggaran dan program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dengan ruang untuk pertanyaan kritis dan dialog terbuka, menurutnya, hal itu akan menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat demokrasi di Indonesia.

"Jika pertemuan ini bisa terjadwal rutin, melibatkan lebih banyak lagi suara independen, dan terbuka ruang untuk pertanyaan tajam, bisa jadi langkah bagus untuk pertumbuhan demokrasi kita," pungkasnya.

Wawancara yang menghadirkan tujuh jurnalis senior berlangsung di Hambalang pada Minggu kemarin, 6 April 2025. Mereka adalah Pemimpin Redaksi tvOne Lalu Mara Satriawangsa, Pemimpin Redaksi IDN Times Uni Lubis, dan Founder Narasi Najwa Shihab.

Lalu Pemimpin Redaksi Detikcom Alfito Deannova Gintings, Pemimpin Redaksi SCTV-Indosiar Retno Pinasti, dan Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Harian Kompas Sutta Dharmasaputra.

Tidak ada batasan topik dalam wawancara tersebut. Isu mulai dari UU TNI hingga jebloknya IHSG ditanyakan langsung ke Prabowo dengan semua jawaban bersifat on the record atau bisa dikutip untuk ditayangkan di media.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya