Berita

Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan media berbeda di Hambalang, Jawa Barat pada Minggu, 6 April 2025/Youtube Kompas.Id

Politik

Tanggapi Komentar Babi Dimasak, Prabowo Akui Lengah karena Sibuk Kerja

SENIN, 07 APRIL 2025 | 19:27 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto akhirnya buka suara terkait kontroversi komentar Kepala Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi terkait kasus pengiriman kepala babi di kantor media Tempo.

Dalam pertemuan dengan 7 jurnalis dari 7 media berbeda di Hambalang, Jawa Barat pada Minggu, 6 April 2025, Prabowo mengakui adanya kelengahan di tubuh timnya, yang menurutnya disebabkan oleh fokus berlebih terhadap kerja, terutama di masa awal pemerintahan transisi.

“Saya akui bahwa 150 hari saya sendiri, menurut pendapat saya, saya yang bertanggung jawab, saya yang salah sebetulnya. Karena begitu kita dapet mandat, fokus saya, antusiasme saya, semangat saya adalah bagaimana bisa dengan waktu yang sesingkat-singkatnya deliver," ujarnya.


Prabowo menjelaskan bahwa timnya sejak awal bekerja keras untuk menjawab kebutuhan rakyat. Menurutnya, prioritas utama adalah memenuhi kebutuhan dasar, termasuk pangan dan air bersih.

“Orang lapar gak bisa nunggu, anak-anak yang lapar gak bisa nunggu. Jadi fokus kita kerja. Oh, ada El Nino, ada La Nina, kekeringan, waspada, nanti gimana? Air, cari air, bikin tim, cari ahli. Itulah fokus kita pada hari pertama," papar Prabowo.

Menanggapi polemik yang muncul dari pernyataan Kepala PCO, Prabowo menilai bahwa pernyataan itu adalah bentuk kelalaian komunikasi.

Ia tidak menampik bahwa hal tersebut terjadi karena beberapa anggota timnya merupakan wajah baru di pemerintahan dan belum terbiasa menghadapi sorotan publik.

“Saya belum ketemu sebetulnya. Saya juga kaget masalah Kepala Babi, itu juga saya kira gaya-gaya apa, taktik, teknik, gitu-gitu. Tapi, benar itu ucapan yang menurut saya teledor, ya, keliru itu. Saya kira beliau menyesal," kata Prabowo.

Prabowo juga menekankan bahwa kesalahan komunikasi tersebut pada akhirnya kembali menjadi tanggung jawabnya sebagai pemimpin.

“Bahwa komunikasi kurang baik, itu sebetulnya saya anggap itu saya yang bersalah. Karena fokus kita deliver. Kerja, rakyat nunggu,” tegasnya.

Meski demikian, Prabowo mengaku tetap bangga atas pencapaian yang diraih timnya sejauh ini, dan berjanji akan melakukan perbaikan dalam aspek komunikasi ke depan.

Ia optimistis bahwa dalam beberapa bulan ke depan, pemerintahannya akan mampu membuat terobosan signifikan demi memperkuat fondasi ekonomi Indonesia.

“Saya lihat dan saya yakini dalam 5, 6, 8 bulan ke depan, kita akan membuat langkah-langkah fundamental, terobosan yang akan memperkokok ekonomi Indonesia," ucapnya.

Kepala PCO sebelumnya menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan merupakan ancaman serius dan tidak bisa dianggap sebagai ancaman pembunuhan.

“Sudah, dimasak saja,” ujarnya kepada awak media usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta pada Jumat, 21 Maret 2025.  

Ia merujuk unggahan media sosial wartawan Tempo, Francisca Christy Rosana atau  Cica yang meminta dirinya dikirimi babi.

"Enggaklah, saya lihat ya, saya lihat dari media sosialnya Francisca, yang wartawan Tempo itu, dia justru minta dikirimin daging babi," kata Hasan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya