Berita

Rizal Ramli/Ist

Bisnis

Ancaman Resesi Global

Seandainya Masih Ada Rizal Ramli

SENIN, 07 APRIL 2025 | 00:51 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memberlakukan tarif resiprokal 32 persen kepada barang-barang Indonesia diprediksi akan menyebabkan guncangan ekonomi nasional.

Hal itu ditandai dengan naiknya nilai tukar Dolar AS terhadap rupiah yang nyaris tembus Rp17.000 pada Minggu, 6 April 2025.

Artinya ancaman resesi ekonomi sudah berada di depan mata. Pemerintah diminta mewaspadai gejolak tersebut.


Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menyebut bahwa tim ekonomi pemerintah harus piawai mengatasi ancaman resesi.

Di tengah kondisi ekonomi yang makin tak menentu itu, Jerry tiba-tiba teringat pada salah satu nama ekonom legendaris tanah air, yakni mendiang Rizal Ramli.

“Seandainya di era ini ada para ekonom andal seperti mendiang Rizal Ramli yang mampu menaikkan ekonomi dari posisi minus di tahun 1998-1999, maka bisa saja diantisipasi yang namanya the global economic crisis atau krisis ekonomi global,” kata Jerry dalam keterangannya, Minggu, 6 April 2025.

Pada era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), RR akrab disapa merupakan Menko Bidang Perekonomian yang menggantikan Kwik Kian Gie. Setelah itu, RR digeser menjadi Menteri Keuangan pada 2001.

Berbagai terobosan dilakukan dalam kondisi ekonomi global yang tak menentu kala itu. Alhasil melalui besutan tangan dinginnya, Indonesia mampu keluar dari krisis ekonomi di awal 2000-an.

Jerry menyatakan jika masih ada sosok seperti RR, maka tidak terjadi kekhawatiran seperti sekarang. Dengan kata lain, saat ini Indonesia butuh ekonom sekaliber yang berjuluk 'Sang Rajawali Kepret' tersebut.

“Apa yang dilakukan Rizal Ramli saat itu merupakan hal yang spektakuler bagi negeri ini,” jelasnya.

Selain RR, Jerry pun menyebut nama ekonom besar lainnya yang pernah menyelamatkan perekonomian Indonesia. Mereka di antaranya Marie Muhammad, Radius Prawiro, Widjojo Nitisastro, JB Sumarlin dan Ali Wardhana. 

“Bayangkan dua ekonom ulung, Widjojo dan Ali Wardhana membuat inflasi dari 600 persen turun hingga 10 persen (di awal pemerintahan Orde Baru). Bahkan dolar yang menyentuh angka Rp16.800 turun hingga Rp6.550. Ini juga prestasi yang spektakuler,” bebernya.

Kini, ia pun berharap Presiden Prabowo Subianto mau mendengar masukan dari para ekonom kritis seperti Chatib Basri, Fuad Bawazier, Anthony Budiawan, Fitra Faisal, Januar Eko Prasetio serta ekonom senior INDEF Tauhid Ahmad.

“Intinya, tim ekonomi Prabowo harus cepat mengatasi dampak buruk yang akan terjadi. Apalagi rupiah rontok terburuk sejak reformasi yang sudah tembus Rp17 ribu per Dolar AS dan Euro tembus Rp18 ribu,” pungkas Jerry.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya