Berita

Ilustrasi/Ist

Publika

Siaga Perang Dunia Ketiga

SABTU, 05 APRIL 2025 | 06:01 WIB | OLEH: JIMMY H SIAHAAN

PERANG Dunia I atau yang juga disebut sebagai great war terjadi pada awal abad ke-20 yang mempengaruhi keamanan dan ekonomi global. Pasalnya, perang ini melibatkan berbagai negara di Eropa hingga Amerika Serikat dan Jepang.

Seperti yang kita ketahui, perang ini terbagi akan dua kubu yaitu Blok Sekutu dan Blok Sentral. Setelah perang usai, Sekutu mengklaim kemenangan.

Namun, kemenangan ini juga membawakan kabar duka karena Perang Dunia I menyebabkan lebih dari 16 juta tentara dan warga sipil tewas dalam peperangan.


Perang Dunia II mengakibatkan kematian sekitar 55 juta orang di seluruh dunia. Perang ini adalah konflik terbesar dan paling destruktif sepanjang sejarah. Jerman memulai Perang Dunia II dengan menginvasi Polandia pada tanggal 1 September 1939. Inggris dan Prancis meresponsnya dengan menyatakan perang terhadap Jerman. Blok Sekutu menang.

Dua Perang Dunia berawal di Eropa. Kini perang di Ukrania dan Rusia tengah berlangsung. Putin sering mengucapkan tentang kemungkinan ancaman Perang Dunia III.

Sejumlah opini telah menyatakan keprihatinan bahwa invasi Rusia 2022 yang sedang berlangsung ke Ukraina dapat meningkat menjadi Perang Dunia III.

Pada April 2022, televisi pemerintah Rusia menyatakan bahwa perang dunia ketiga telah dimulai, memberitahu Rusia untuk "mengakui" bahwa negara itu sekarang "berperang melawan infrastruktur NATO, jika bukan NATO sendiri" di Ukraina.

Si Vis Pacem Para Bellum, ucapan Vegetius Renatus, "Bersiap untuk Perang jika menghendaki Perdamaian."

Negara dan Wilayah yang Diprediksi Jadi Lokasi Perang Dunia III

Spekulasi mengenai Perang Dunia III selalu menjadi topik yang sensitif dan sering kali mengundang perdebatan intens. Namun, penting untuk diingat bahwa harapan terbaik kita adalah untuk mendorong perdamaian global dan kerja sama antarnegara.

Meskipun begitu, mari kita telaah beberapa negara yang beberapa pengamat percaya memiliki potensi untuk menjadi lokasi Perang Dunia III dalam skenario terburuk, beserta alasannya.

Russia  dengan ambisi geopolitik, persaingan dengan NATO, dan sumber daya alam yang kaya membuat Rusia potensial menjadi sumber konflik.

Ketegangan dengan negara-negara Eropa Timur dan perluasan pengaruhnya di kawasan tersebut juga bisa memicu ketegangan global.

Perang yang sekarang terjadi antara Rusia dan Ukraina dapat meluas menjadi Perang Dunia Ketiga jika tidak ditangani dengan baik.

China dan sengketa wilayah, terutama di Laut China Selatan, serta rivalitas ekonomi dan militer dengan Amerika Serikat dapat meningkatkan risiko konflik.

Upaya China untuk mengamankan sumber daya dan pengaruh regional juga bisa berkontribusi pada ketegangan.

Amerika Serikat sebagai kekuatan militer terbesar di dunia, keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik di berbagai belahan dunia selalu meningkatkan risiko 

Siaga Perang Dunia III Bisa Terjadi di 2025

Para ahli memperkirakan potensi konflik global pada tahun 2025. 

Profesor Anthony Glees dari Universitas Buckingham mengatakan bahwa ambisi jangka panjang Putin adalah untuk merebut kembali wilayah yang pernah menjadi bagian dari Uni Soviet. 

Glees mengatakan bahwa Putin tidak akan puas dengan kesepakatan damai yang dipaksakan oleh Barat dan kemungkinan akan mengincar perluasan lebih lanjut, menargetkan negara-negara NATO pasca-1997.

"Pada tahun 2025, Putin akan memajukan rencana strategisnya untuk melemahkan dan memaksa negara-negara NATO pasca-1997, termasuk Polandia, Finlandia, dan negara-negara Baltik, untuk meninggalkan aliansi tersebut," kata Glees dikutip dari Economic Times yang melansir Mirror, Senin 30 Desember 2024.

"Perampasan besar ini dapat memicu perang global," tambahnya.

Laporan menunjukkan proposal perdamaian Presiden Trump sudah dibuat, mencakup pembekuan garis depan saat ini, pembentukan zona penyangga, dan penundaan keanggotaan Ukraina dalam NATO selama 20 tahun.

"Kesepakatan damai yang diusulkan Trump adalah gejala ketidakstabilan global," kata Profesor John Strawson dari University of East London memperkirakan hal itu akan membawa dunia lebih dekat ke perang.

"Penurunan kerja sama internasional dan munculnya persaingan kekuatan besar merupakan tantangan terbesar bagi tatanan global sejak Perang Dunia II," tambahnya.

Para ahli sepakat bahwa 2025 akan menjadi tahun yang sangat penting. Negara-negara Barat dikatakan harus bersiap untuk perang guna menghalangi ambisi Putin.

"Jika kita tidak bertindak tegas, Putin akan terus melemahkan Ukraina dan akhirnya memperluas jangkauannya ke seluruh Eropa," kata Glees.

"Waktu terus berjalan, Tahun 2025 mungkin menandai dimulainya era baru konflik global," tambah Strawson.

*Penulis adalah Eksponen Gema 77/78

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya