Berita

Ilustrasi/Ist

Politik

Wamen Rangkap Komisaris BUMN Cederai Konstitusi

SABTU, 05 APRIL 2025 | 03:45 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Fenomena wakil menteri merangkap jabatan komisaris BUMN mencederai integritas pelayanan publik dan amanat Undang-Undang Dasar 1945. 

Hal itu disampaikan Presidium Nasional Koalisi Kawal Merah Putih (KKMP) mengacu pada UU Pelayanan Publik. Dalam UU tersebut secara tegas mengatur larangan rangkap jabatan pada pelaksana pelayanan publik, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN). 

"Seharusnya para wakil menteri rangkap komisaris BUMN segera mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada rakyat. Jangan juga rakus jabatan, gaji dan tunjangan dobel tapi adakah hasil kinerja para wamen rangkap komisaris yang signifikan untuk kemakmuran rakyat? Yang ada malah membebani keuangan negara," ujar salah satu Presidium KKMP, Joko Priyoski dalam keterangannya, Jumat malam, 4 April 2025. 


Presidium berharap Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas dan mendengar desakan publik agar tidak ada lagi wamen yang rangkap jabatan komisaris BUMN.
"KKMP mendukung langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola birokrasi yang bersih dan transparan salah satunya dengan menolak wamen rangkap jabatan komisaris BUMN," tambahnya.

Menurut catatan KKMP ada sembilan wakil menteri yang merangkap jabatan komisaris BUMN. Mereka adalah Kartika Wirjoatmodjo, Dony Oskaria, Fahri Hamzah, Aminuddin Ma'ruf, Suahasil Nazara, Silmy Karim, Yuliot, Helvi Yuni Moraza, dan Sudaryono. 

Menurut aktivis yang akrab disapa Jojo itu, integritas pejabat negara dalam pelayanan publik sangatlah diperlukan dengan fokus pada tugasnya secara jujur tanpa terbebani konflik kepentingan. 

Dia menambahkan penjelasan Menteri BUMN Erick Thohir bahwa penunjukkan beberapa wamen menjadi komisaris BUMN untuk sinergi adalah tidak rasional. Fungsi komisaris yang harusnya menjadi pengawas BUMN, katanya, malah tercederai karena adanya rangkap jabatan. 

"Erick Thohir sebagai Menteri BUMN dinilai tidak bijak yang seharusnya posisi komisaris BUMN diisi oleh orang-orang kompeten. Itu tugas Menteri BUMN untuk melakukan seleksi, jangan malah menarik para wamen menempati posisi komisaris BUMN. Menteri dan wamen sudah diberikan kepercayaan oleh Presiden Prabowo melalui amanat konstitusi," pungkasnya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya