Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump/Net

Dunia

Wall Street Terpuruk, Trump Terbuka untuk Negosiasi Tarif

JUMAT, 04 APRIL 2025 | 13:38 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan keterbukaan untuk melakukan negosiasi terkait kebijakan tarif, setelah pasar saham AS mengalami kerugian besar akibat keputusan tersebut.

Wall Street mencatatkan sesi terburuk sejak periode pandemi 2020, dengan nilai saham global yang merosot tajam.

Trump mengatakan kepada wartawan di Air Force One pada hari Kamis, 3 Maret 2025 bahwa dia bersedia untuk melakukan negosiasi jika ada penawaran yang menguntungkan.


"Jika seseorang mengatakan bahwa kami akan memberi Anda sesuatu yang sangat fenomenal, asalkan mereka memberi kami sesuatu yang baik," kata Trump, seperti dimuat CNBC.

Meskipun demikian, beberapa pejabat Gedung Putih sebelumnya bersikeras bahwa tarif timbal balik yang baru diumumkan tidak bisa dinegosiasikan, yang menyebabkan ketidakpastian lebih lanjut terkait kebijakan tarif tersebut.

Pengumuman tarif yang dikenal sebagai "Hari Pembebasan" ini menyebabkan kekhawatiran besar di kalangan investor, dengan banyak yang memperkirakan bahwa perang dagang global yang lebih luas bisa mendorong ekonomi dunia ke dalam resesi atau bahkan krisis ekonomi besar seperti Depresi Besar pada 1920-an.

Trump mengumumkan tarif timbal balik yang menargetkan 180 negara, dengan cakupan yang belum pernah terlihat dalam satu abad. Meski terjadi kepanikan di pasar,

Trump tetap berpendapat bahwa dampak ekonomi tarif tersebut hanya akan bersifat sementara dan bahwa pasar saham akan segera pulih.

“Pasar saham akan meningkat pesat,” kata Trump optimis.

Michael Brown, ahli strategi riset senior di Pepperstone London, memberikan pandangan yang lebih pesimis mengenai situasi ini.

Menurutnya kebijakan ini merugikan sentimen bisnis dan konsumen sekaligus membuat pelaku pasar tidak mungkin menilai risiko.

"Ketidakpastian kebijakan sepertinya tidak akan mereda dalam waktu dekat dan kemungkinan akan terus mengaburkan prospek untuk beberapa waktu mendatang," ungkap Brown dalam sebuah catatan.

Pada hari Rabu, 2 April 2025 Trump menerapkan Reciprocal tariff berkisar antara 10 persen sampai 39 persen. Indonesia menjadi salah satu negara yang diberikan reciprocal tariff tersebut, sebesar 32 persen. Sementara China 34 persen, EU 20 persen, Vietnam 46 persen, India 26 persen, Jepang 24 persen, Thailand 36 persen, Malaysia 24 persen, Filipina 17 persen, Singapura 10 persen.

Pengumuman tarif ini menyebabkan aksi jual hebat di pasar saham AS, yang belum pernah terlihat sejak 2020, saat pandemi COVID-19 menyebabkan penguncian global.

Dow Jones Industrial Average merosot lebih dari 1.600 poin atau sekitar 3,98 persen, S&P 500 turun 4,84 persen, dan Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi anjlok 5,97 persen.

Di antara saham-saham teknologi besar, Apple mencatatkan penurunan terbesar dengan merosot 9,25 persen karena kekhawatiran tentang gangguan pada rantai pasokan dan penjualan global, terutama di Tiongkok.

Selain tarif yang ada, China kini juga akan menghadapi pungutan impor sebesar 54 persen dari pemerintah AS. Beijing berjanji akan menanggapi kebijakan tarif ini dengan "tindakan balasan yang tegas."

Saham-saham besar seperti Amazon dan Meta Platforms turun masing-masing 9 persen, sementara Nvidia anjlok 7,8 persen. Saham perusahaan teknologi lainnya dalam kelompok "Magnificent Seven" mengalami penurunan antara 2 persen dan 6 persen.

Selain itu, saham pengecer seperti Nike, Lululemon, dan Ralph Lauren juga mencatatkan kerugian signifikan, masing-masing turun antara 9,6 persen hingga 16,3 persen.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya